Bimtek Modul 4 PELVI Kerjasama Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, BBPKH Cinagara, FAO dan Alert Asia

MARGOPOST.COM | Bogor – Bimtek Modul 4 Program Epidemiologi Lapangan Vetetiner Indonesia (PELVI) adalah rangkaian dari Bimtek PELVI Modul 1, 2 dan 3 yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu pada bulan April dan Mei 2018, serta bulan Agustus dan September 2018. Sedangkan Bimtek Modul 4 PELVI dilaksanakan pada tanggal 25 Maret d.d 12 April 2019 bertempat di Hotel Santika Premeire ICE BSD City Tangerang dengan peserta yang sama dengan Bimtek sebelumnya yaitu 19 orang. Peserta berasal dari 8 Balai Veteriner (Medan, Bukit Tinggi, Lampung, Wates, Subang, Denpasar, Maros, Banjar Baru), BPMSPH Bogor, BBPKH Cinagara dan Dinas Peternakan Propinsi Kalimantan Barat.
Bimtek ini di buka oleh Direktur Keswan Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian yang diwakili oleh drh. Boethdy Angkasa, M.Si (Kasubdit Standarisasi dan Mutu Ternak) dan Luuks Schoonman perwakilan dari Food and Agriculture Organization.
“Bimtek Modul 4 PELVI ini adalah rangkaian terakhir Bimtek PELVI, sehingga diharapkan setelah Bimtek ini seluruh peserta telah memiliki kompetensi sebagai Epidemiolog lapangan yang dapat dihandalkan pada instansi masing-masing, terutama BBVet dan Bet,” ujar drh. Boethdy Angkasa,M. Si., Kasubdit Standarisasi dan Mutu Ternak, Ditjen PKH, Rabu (27/03/2019).
“Saya sangat senang dan bangga bisa hadir dalam Bimtek Modul 4 PELVI ini, karena seluruh peserta konsisten dari awal 19 orang. Saya ucapkan selamat,” ungkap Luuks Schoonman.


“Anda semua kedepan akan menjadi ujung tombak dalam pencegahan dan pengendalian penyakit di regional masing-masing khususnya dan di Indonesia pada umumnya,” lanjut Luuks.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti Bimtek PELVI ini, luar biasa kami dilatih banyak hal, setelah Bimtek PELVI Modul 1, 2 dan 3 kami memahami cara mengambil data, menganalisa, menyajikan, mempresentasikan, melakukan survailance, dan investigasi outbreak dengan baik dan benar, pada Bimtek PELVI 4 ini kami dibimbing untuk dapat merancang Survailance dengan benar dan dapat membuat laporan survailance serta menulis kembali menjadi sebuah artikel ilmiah. Tidak hanya itu kami dibimbing untuk membuat tulisan ilmiah berbahasa Inggris dengan dengan target diterima di jurnal internasional,” tutup salah satu peserta drh. Heris Kustiningsih, M. Sc, Widyaiswara BBPKH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *