MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH menegaskan, pengembangkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, berdaya saing, dan berjiwa enterpreneur tinggi adalah kunci agar sektor pertanian jadi semakin baik. “Intinya ada di SDM. Dari SDM yang baik akan hadir tata kelola yang baik, dan adaptif, yang sesuai dengan tantangan zaman”. Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr mengatakan bahwa salah satu fokus BPPSDMP adalah mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal, berdaya saing, serta berjiwa entrepreneur. Pusat Pelatihan pertanian harus menjadi pionir dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian melalui pelatihan yang berkualitas. SDM Pertanian inilah yang menjadi tonggak dalam mendukung pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Pertanian adalah sektor usaha yang sangat bergengsi, karena sangat berperan dalam menyediakan bahan pangan bagi umat manusia. Namun rupanya hal ini tidak secara otomatis menarik perhatian masyarakat terutama generasi usia muda untuk menekuni bidang usaha pertanian. Generasi muda mulai asing dengan pertanian, terlihat dengan semakin berkurangnya anak muda yang bergerak di bidang pertanian. Pertanian pada saat ini dihadapkan pada tantangan menurunnya minat petani muda untuk bekerja dan berusaha tani. Masyarakat golongan usia muda (18-40 tahun) lebih memilih sektor perdagangan dan jasa dibandingkan dengan sektor pertanian.

Masyarakat yang berusia diatas 40 tahun biasanya masih memilih pertanian sebagai mata pencaharian utama mereka sehingga masih bertahan sebagai petani. Rendahnya jumlah tenaga kerja terdidik yang bekerja di sektor pertanian dan dengan semakin terbukannya akses khususnya disektor pertanian , maka pemberian bekal kepada pemuda tani dalam aspek teoritis maupun praktis secara propesional penting dilakukan. Pendekatan teoritis atau konseptual kepada Petani Muda untuk memberikan kesempatan mengembangkan daya nalar dan analisisnya memecahkan permasalahan atas fenomena yang ada. Pandangan praktis memberikan kemampuan petani muda untuk mengimplementasikan hasil daya nalar dan analisisnya secara riil dengan melakukan sesuatu yang nyata dan dirasakan masyarakat sekitarnya. Mengingat pentingnya hal tersebut, BBPKH Cinagara telah melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Petani Muda yang dilaksanakan dari tanggal 27 Juni sampai 1 Juli 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang petani muda yang berasal dari P4S, kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang ada di wilayah binaan BBPKH Cinagara. Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Petani Muda dimaksudkan untuk membangun penumbuhan dan pengembangan jiwa wirausaha bagi petani milenial dan petani andalan dibidang kewirausahaan pertanian yang diwujudkan dalam bentuk bisnis, Mengembangkan peluang bisnis bagi generasi muda tani sehingga mampu menjadi job creator di sektor pertanian serta Mendorong pengembangan kapasitas pemuda tani sebagai center of agrisociopreneur development berbasis agribisnis. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan-Cinagara sebagai balai pelatihan terus memberikan peran terbaik bagi masyarakat terutama dalam peningkatan sumber daya manusia pertanian dengan motto berlatih, berkarya dan bermanfaat





