KEMENTERIAN PERTANIAN MENYELENGGARAKAN PEMBEKALAN KEWIRAUSAHAAN KEPADA PERWIRA DILINGKUP MABES TNI

MARGOPOST.COM | Bogor – Mentan Bapak Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH.M.Si.MH menegaskan, pengembangkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, berdaya saing, dan berjiwa enterpreneur tinggi adalah kunci agar sektor pertanian jadi semakin baik. “Intinya ada di SDM. Dari SDM yang baik akan hadir tata kelola yang baik, dan adaptif, yang sesuai dengan tantangan zaman,” Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kunci penting kemajuan pertanian Indonesia. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan. SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, sebagai Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Departemen Pertanian, mempunyai tugas merencanakan, mendesain dan menyelenggarakan pelatihan di bidang pertanian, baik untuk petugas, petani dan masyarakat lainnya termasuk calon purnabhakti. Mengadakan pelatihan Kerjasama dengan Mabes TNI, temanya adalah Pelatihan Pembekalan Keterampila (Bektram) Wirausaha Terpadu Gelombang II Program Spers TNI TA. 2022, dari tanggal 12 sd 28 Oktober 2022 dari tiga matra TNI yang dengan klasifikasi peserta yang mulai perwira tinggi hingga Jendral Bintang tiga (Marsdya) dari berbagai wilayah di Indonesia.


Dalam pembukaan Pelatihan dari Mabes TNI yaitu dari Aspers Panglima TNI Marsda TNI Kusworo, SE, MM menyampaikan pelatihan ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya guna, khususnya prajurit dan pns tni yang mempunyai bakat minat serta hobby di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan. agar siap terjun ke masyarakat untuk bisa berwirausaha membuka lapangan pekerjaan untuk lingkungan sekeliling- nya atau diri sendiri, sehingga nantinya diharapkan bisa menjadi wirausahawan yang tangguh, dinamis dan profesional.

Keberhasilan pelatihan wirausaha terpadu ini sangat tergantung kepada para instruktur dan pembina dari pusdiklat balai besar pelatihan kesehatan hewan (bbpkh) cinagara bogor, untuk itu kepada para instruktur dan pembina, saya harapkan dapat mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan serta seluruh pengalaman yang dimiliki.
​Sedangkan dari Kementerian pertanaian yaitu Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ibu Dr. Ir. Lely Nuryati, M.Sc menyampaikan TNI bersama Kementerian Pertanian harus turun ke masyarakat untuk mendampingi petani dan menjadi petani sehingga pertanian kita menjadi maju mandiri dan modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *