Program Kementan “Genta Organik” Menunjukkan Peningkatan Produksi mencapai 7,2 ton/ha di Kabupaten Ciamis

Ciamis – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi dan produktivitas usaha taninya.

Langkah utama yang dapat dilakukan, dengan terus mendorong para petani menggunakan pupuk organik, Varietas Unggul Baru (VUB) dan tetap menerapkan pupuk berimbang. Salah satunya melalui Gerakan Tani Pro Organik atau yang biasa disingkat dengan Genta Organik.

Genta Organik merupakan suatu gerakan pertanian yang pro organik meliputi pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah dan pestida nabati. Gerakan ini juga sekaligus mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah maupun secara mandiri.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salah satu cara untuk memperbaiki kesuburan tanah, adalah dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan terus meningkatkan penggunaan pupuk organik yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian.

“Salah satu cara memperbaiki kesuburan tanah adalah mengurangi penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan penggunaan pupuk organik. Dengan demikian, produksi pertanian dapat ditingkatkan dan pencemaran lingkungan bisa ditekan,” ujar Syahrul.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan, peluncuran Program Genta Organik sebagai salah satu solusi untuk mengatasi mahalnya harga pupuk di lapangan.

“Ke depan, pemerintah memberikan porsi yang besar terhadap pertanian organik sekaligus memberikan keyakinan bahwa pertanian organik bisa menjadi solusi pembangunan pertanian berkelanjutan,” jelas Dedi.

Guna mempercepat penyebarluasan penggunaan pupuk organik, BPPSDMP Kementan melalui Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) merancang dukungan program dimaksud dan menyiapkan kegiatan Sekolah Lapang (SL) Pertanian Organik pada 1.020 titik yang tersebar di 33 provinsi.

Terkait hal tersebut, selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDMP Kementan, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor (BBPKH) Cinagara turut bergerak melakukan pengawalan dan pendampingan kegiatan SL Genta Organik di berbagai daerah di Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat.

Menyusul kegiatan sosialisasi dan rembug tani yang telah lebih dulu dilaksanakan, kali ini BBPKH Cinagara menghadiri Farmer’s Field Day (FFD) Sekolah Lapang Tematik Pertanian Organik “Genta Organik” di lahan laboratorium lapang (LL) di Poktan Mekar IV Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis pada Senin (10/7).

Kegiatan FFD ini adalah suatu bentuk forum berbagi pegalaman antar petani yang diawali dengan melakukan ubinan oleh tim SP Kecamatan Cihaurbeuti di lahan laboratorium lapang (LL) di Poktan Mekar IV Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Setelah itu acara dilanjutkan dengan laporan dari Bapak Slamet Budi Wibowo, SP, M.Si selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, sambutan dari Sekretaris Dinas Tanaman dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat Bapak Ajat Sudrajat, SP, M.Si dan Sambutan dari Bupati Ciamis, Bapak Dr. H. Herdiat Sunarya, MM. Dalam kegiatan FFD ini juga penyerahann secara simbolis batuan untuk Kecamatan Cihaurbeuti berupa benih padi seluas 126 hektar dan pestisida nabati seluas 310 hektar dalam rangka mendukung padi ramah lingkungan di Kabupaten Ciamis.

Menurut Ketua Poktan Mekar IV Bapak H. Samsul Romli Al-Kumaeni optimis target tahun 2024 desa Cijulang khususnya dan kecamatan Cihaurbeuti umumnya menjadi sentra Pertanian Organik di Kabupaten Ciamis. [YN-10/07-2023].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *