Kolaborasi BPPSDMP Dengan PKH Kementan Melahirkan SDM Profesional Bidang Medik Veteriner Di BBPKH Cinagara

Bogor – Seorang Medik Veteriner memilik tugas pokok menyiapkan, melaksanakan, mengevaluasi, mengembangkan dan melaporkan kegiatan pengendalian hama dan penyakit hewan, pengamanan produk hewan serta pengembangan kesehatan hewan.
Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH. menyatakan bahwa “SDM menjadi kunci pembangunan pertanian sekaligus peningkatan produktivitas. Kalau kita ingin pertanian semakin maju, maka harus diperkuat SDM-nya. Pengetahuan dan kemampuan SDM pertanian harus terus ditingkatkan untuk mendukung hal itu”.

Ujar Mentan Mentan menambahkan “selama ini sektor peternakan adalah sektor yang paling menjanjikan mengingat semua bagian hewan mulai dari kepala sampai kotoran mampu menghasilkan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Bahkan peternakan juga merupakan produk hewani yang dibutuhkan masyarakat setiap hari”. Imbuhnya.
Pada kesempatan berbeda Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mempertegas pernyataan Mentan SYL bahwa “Pembangunan Pertanian tidak akan lepas dari produktivitas Pertanian kita dan inovasi teknologi, kearifan lokal dan lainnya. Peningkatan produktivitas paling besar adalah SDM Pertanian. Percuma punya teknologi canggih kalau SDM nya tidak kompeten”. Tegas Dedi.

Salah satu SDM Pertanian yang berperan penting dalam pembangunan peternakan di Indonesia adalah profesi Medik Veteriner. Medik Veteriner adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengendalian hama dan penyakit hewan, pengamanan produk hewan, dan pengembangan kesehatan hewan.


BPPSDMP melalui BBPKH Cinagara melaksanakan Pelatihan Dasar Medik Veteriner bekerjasama dengan Direktorat Keswan, Ditjen PKH dalam melatih 30 orang medik veteriner yang berasal dari beberapa instansi diantaranya Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, Balai Besar Veteriner Maros, Balai Besar Veteriner Wates, Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas, Balai Veteriner Bukittinggi, Balai Veteriner Lampung, BPTU-HPT Indrapuri, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Kementan, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen PKH, Kementan, UP Taman Margasatwa Ragunan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, UPTD Balai Keswan dan Kesmavet Provinsi Jawa Barat, dan UPTD BPPTDK Margawati Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.

Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 9 sampai dengan 29 Juli 2023 dengan metode blended learning, 2 minggu dilaksanakan secara daring dan 1 minggu dilaksanakan secara luring di BBPKH Cinagara Bogor. Pembukaan pelatihan dibuka oleh Koordinator KSKH drh. Irfansyah Batubara, M.Si dan dihadiri oleh Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan Wilmy Rahmah Wirondas, S.Pt., MP. serta para pengajar yang berasal dari BBPKH Cinagara. Melalui pelatihan ini ditargetkan dapat memberikan peningkatan kapasitas SDM khususnya di bidang peternakan dalam mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. [ASPC-10-07-2023].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *