MARGOPOST.COM | MANGGARAI BARAT – Kementerian Pertanian senantiasa berkomitmen dan secara konsisten fokus dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Untuk mendukung hal itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) gencar memperkuat dan meningkatkan kompetensi SDM.
Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH. menyampaikan “Agar kelangsungan penjaminan keamanan pangan terlaksana dengan baik, sosialisasi perlu dilakukan kepada masyarakat dan pelaku usaha secara kontinyu. Hal ini agar penyediaan dan peredaran produk hewan dapat sejalan dengan aturan yang berlaku”. Ujar Mentan
Senada dengan Menteri Pertanian, Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. pada kesempatan berbeda menjelaskan “Keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak. SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian. Dalam mewujudkan hal tersebut BBPSDMP menekankan kepada UPT Pelatihan untuk berperan aktif dalam mewujudkan perannya selaku penyelenggara pelatihan yang secara langsung terjun dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian”. Jelas Dedi.
Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor selaku UPT pelatihan terus melakukan perannya dalam mendukung tercapainya program Kementerian Pertanian. Dukungan tersebut diimplementasikan dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian melalui Sertifikasi Kompetensi Profesi Inseminator, Butcher dan Juru Sembelih Halal. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk kerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat.
Kegiatan Sertifikasi Kompetensi dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 22 Juli 2023 bertempat di RPH Wai Tuak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M.Kes. sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutan dan arahannya disampaikan ucapan terima kasih kepada BBPKH Cinagara Bogor atas perannya di Labuan Bajo. Daerah ini ditetapkan sebagai daerah wisata yang banyak kedatangan tamu baik dari dalam maupun luar negeri. Kedatangan tamu merupakan rezeki sekaligus tugas Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sehingga membuat tempat ini menjadi aman dan nyaman bagi setiap orang ketika datang menginap di hotel dan bepergian dalam kondisi yang aman.
Kondisi aman khususnya ketika makan, dengan jaminan makan yang Halal Aman Utuh dan Sehat, tentunya menjadi tugas pemerintah dalam menjadikan daerah wisata menjadi lebih berkembang serta menarik lebih banyak pengunjung. Dalam hal ini faktor yang menentukan adalah asal hewan itu sendiri, ketika ternak sehat, pemberian pakan baik serta terbebas dari penyakit, maka produk yang dihasilkan juga akan menyajikan rasa yang nikmat dan lezat. Faktor lain tentunya dari orang yang melakukan pemotongan serta pemilahan daging sesuai peruntukannya. Petugas yang bekerja dalam keadaan sehat, daging yang berkualitas, tampilan yang menarik tentunya menjadi nilai lebih yang saling menguntungkan.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si., beserta jajaran dan Tim Asesor, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat Abidin SKH. beserta jajaran. Selain itu hadir pula Kepala Desa Batu Cermin Marianusyono Jehanu, SE., dan perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi Kementerian Pertanian. Peserta yang mengikuti kegiatan Setifikasi Kompetensi berjumlah 30 orang, terdiri dari 10 orang profesi Inseminator, 10 orang profesi Butcher dan 10 orang profesi Juleha.
Kepala BBPKH Cinagara dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BBPKH dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat yang sebelumnya sudah melaksanakan pelatihan Inseminasi Buatan, Butcher dan Juru Sembelih Halal. Pada proses kegiatan ini akan dilakukan verifikasi oleh para asesor. Kata kuncinya adalah peserta jangan takut karena pada dasarnya sudah mempunyai pengalaman total. Yang terpenting adalah sampaikan totalitas pengalaman sesuai bidang yang ada, sehingga jika ada yang keliru, maka asesor akan memperbaiki SOP yang selama ini sudah dilakukan.
Kepala BBPKH Cinagara juga berharap tentunya semua peserta bisa kompeten. Hal tersebut menjadi teramat penting, karena sertifikat sebagai legalitas formal profesi akan berlaku pada skala nasional dimanapun bisa digunakan karena sertifikat tersebut resmi diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang berada dibawah Presiden bukan dibawah BBPKH Cinagara. Sehingga sertifikat tersebut pasti berlaku dan diakui secara nasional bahkan bisa sampai ke luar negeri. Dengan catatan harus menguasai bahasa asing negara tujuan. Selain itu legalitas dalam bentuk sertifikat merupakan dokumen resmi tertinggi untuk menjamin konsumen supaya tidak ragu. Dalam hal ini BBPKH Cinagara siap untuk mendukung program-program di wilayah Manggarai Barat dan akan berkolaborasi dalam mengidentifikasi kebutuhan terkait dengan peningkatan SDM Peternakan dan Kesehatan Hewan. [WRW-20/07/2023].









