MARGOPOST.COM | Bogor – Layanan Kesehatan Hewan memainkan peran penting dalam kesehatan hewan, produksi pangan asal hewan dan kesejahteraan hewan. Selain itu, Layanan kesehatan hewan juga terlibat erat dalam menjaga keamanan kesehatan global dan kesehatan planet bumi kita ini.
Kementerian Pertanian menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi tersebarnya penyakit hewan yang dapat menular ke manusia atau sebaliknya (zoonosis). Diantaranya yaitu dengan melakukan surveilans klinis biosecurity, pembatasan lalulintas ternak dan vaksinasi secara masif dan massal.
Dalam sebuah kesempatan, Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH., M.Si. MH. optimis mengungkapkan “Dengan kegiatan pencegahan penularan dan pengandalian penyakit hewan menular, seluruh hewan ternak dapat kembali sehat dan penyebaran penyakit dapati dihindari serta masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan karena pemerintah terus bergerak mengendalikan penyakit hewan menular”. Ungkapnya
Pada kesempatan berbeda Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Ir, Dedi Nursyamsi, M.Agr. menyampaikan “SDM Pertanian memberikan kontribusi yang cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian, termasuk diantaranya berperan secara tidak langsung dalam peningkatan populasi ternak melalui tindakan pencegahan penyakit hewan menular”.
Ujar Dedi Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sebagai satu-satunya balai pelatihan di bidang kesehatan hewan di Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Teknis Kesehatan Hewan yang diikuti oleh 27 orang peserta dengan biaya mandiri. Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 06 sampai dengan 12 Agustus 2023.
Peserta berasal dari 8 (delapan) Provinsi di Indonesia yaitu : 2 (dua) orang dari Provinsi Aceh; 1 (satu) orang dari Provinsi Riau; 3 (tiga) orang dari Provinsi Sumatera Barat; 3 (tiga) orang dari Provinsi Sumatera Selatan; 4(empat) orang dari Provinsi Lampung; 7 (tujuh) orang dari Provinsi Jawa Tengah; 6 (enam) orang dari Provinsi Nusa Tenggara Barat; dan 1 (satu) orang dari Provinsi Kalimantan Tengah.
Fasilitator pada pelatihan ini selain berasal dari Widyaiswara BBPKH Cinagara yang mengisi materi inti dan penunjang, sedangkan materi kebijakan disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Kesehatan Hewan. Metode pelatihan yang diterapkan yaitu brainstorming, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi dan praktikum.
Dalam sambutan dan arahannya, Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. menyampaikan bahwa “BBPKH Cinagara betul-betul memperhatikan kepentingan daerah, sehingga bisa memberikan layanan pelatihan yang benar-benar mampu membekali dan mendukung profesionalisme tenaga teknis baik Medik maupun Paramedik Peternakan di daerah. Pelatihan ini sangat penting dan strategis untuk mendukung kinerja seluruh peserta”.
Selain itu ditegaskan pula “Pelatihan melalui pendekatan mandiri merupakan terobosan BBPKH Cinagara dalam mengambil langkah strategis dalam menyikapi terbatasnya anggaran APBN yang dikuasakan kepada BBPKH dalam konteks peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM. Terobosan yang dilakukan BBPKH Cinagara untuk menjembatani tenaga teknis di lapangan betul-betul memiliki legalitas didalam bekerja. Dalam hal ini patut disyukuri bahwa Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga memberikan support untuk pelatihan-pelatihan tertentu, walaupun dengan kuota yang sangat terbatas. Sementara yang memerlukan peningkatan kapasitas SDM dalam memberikan pelayanan, tinggi juga banyak peminatnya”.
Seraya membuka kegiatan pelatihan secara resmi, Kepala BBPKH berpesan kepada seluruh peserta agar sungguh-sungguh mengikuti kegiatan pelatihan, serap ilmu sebanyak-banyaknya dari Widyaiswara. Selain itu tak lupa untuk selalu menjaga stamina dengan olah raga dengan menikmati suasana yang disajikan oleh alam di wilayah sekitar BBPKH Cinagara. [Humas BBPKH – 07/08/2023]








