MARGOPOST.COM | Bogor – Pada era modern ini teknologi sudah dapat digunakan di segala bidang, salah satunya adalah peternakan. Peternakan skala kecil atau skala rakyat sampai saat ini belum secara masif menggunakan teknologi untuk membantu manajemen pemeliharaan, akan tetapi peternakan skala industri sudah mampu menggunakan teknologi dalam manajemen pemeliharaannya.
Hijauan pakan ternak merupakan komponen penting dalam usaha peternakan hewan ruminansia seperti Ternak Kambing, Domba, Sapi dan Kerbau dimana biaya pakan merupakan komponen biaya yang sangat besar bisa mencapai 70% dari total biaya produksi dan ketersediaannya dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas hewan ternak.
Menurut Menteri Pertanian Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH. “Perubahan iklim tidak bisa ditangani dengan cara yang biasa-biasa saja. Karena, perubahan iklim bisa mengancam hasil pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi serta terobosan untuk menghadapinya,” jelas SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP),
Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. mengatakan “Kementan telah memiliki program untuk menanggulangi ancaman krisis pangan global, perubahan iklim dan dampak el nino dalam produksi dan penyediaan pangan. Peternak harus bisa memastikan ketersediaan hijauan pada saat kemarau dan El Nino. Bank Pakan merupakan solusi memanfaatkan hijauan pada saat melimpah”. Ujar Dedi.
Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor telah melakukan antisipasi terhadap krisis ketersediaan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dalam menghadapi El Nino. Pemanfaatan lahan HPT telah menghasilkan Bank Pakan untuk kebutuhan ternak di BBPKH Cinagara. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan lahan HPT, BBPKH Cinagara siap berkontribusi kepada mitra kerjasama yang membutuhkan HPT melalui mekanisme PNBP.
Hal tersebut disambut baik oleh PT. Sumber Citarasa Alam (SCA), di bawah Cimori Group dengan menjajaki kerjasama pemenuhan kebutuhan HPT. Hijauan jenis odot merupakan salah satu jenis pakan yang baik untuk kebutuhan pakan sapi perah.
Dengan kebutuhan tidak kurang dari 300 ton setiap bulannya, PT. SCA memerlukan HPT pada peternakan yang dikelola oleh perusahaan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Komisaris PT. SCA drh. Sutrisno dan Direktur Dadang S. pada lawatannya ke BBPKH Cinagara.
Sebagai institusi yang mampu menjawab tantangan kebutuhan dari stakeholder, Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. siap bermitra dalam memenuhi kebutuhan HPT pada peternakan PT. SCA sesuai dengan volume yang dibutuhkan. Disamping ketersediaan HPT pada lahan yang ada, BBPKH akan membuka lahan baru seluas 3 Ha dengan pola kemitraan.
Selain untuk memenuhi kebutuhan mitra kerjasama, HPT yang tersedia dengan pengelolaan Bank Pakan yang profesional tentunya juga sangat dibutuhkan selama musim kemarau dan langkah antisipasi terhadap puncak El Nino. [HUMAS BBPKH–08/08/2023].








