MARGOPOST.COM | BOGOR — Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BBPLP) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pedoman penerbitan buku Jumat (23/5/2025) di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan diikuti oleh 35 pegawai sebagai bagian dari penguatan kapasitas literasi dan publikasi di lingkungan Kementerian Pertanian.
Sosialisasi ini bertujuan menyamakan pemahaman teknis penyusunan dan penerbitan buku pertanian agar sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Hal ini juga mendukung program peningkatan kualitas sumber belajar serta publikasi ilmiah di sektor pertanian.
Menteri pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya literasi pertanian yang menjadi kunci dalam mengubah paradigma lama di sektor pertanian dan menjadikannya lebih maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.
Heryati Suryantini, Pustakawan Utama Kementerian Pertanian yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengungkapkan “Pedoman ini menjadi acuan dalam seluruh tahapan penerbitan, dari penulisan naskah, penyuntingan, hingga distribusi melalui kanal resmi Pertanian Press,” ujarnya.
Kegiatan literasi ini semakin intens dengan adanya sesi diskusi mengenai tantangan dan praktiknya, baik dalam penerbitan buku ajar maupun materi pelatihan. Penguatan kapasitas literasi melalui kegiatan semacam ini akan mendorong peningkatan kualitas dokumentasi dan diseminasi ilmu di bidang pertanian.
Ketua Tim Kerja Penerbitan Pertanian, Eni Kustanti menuturkan bahwa literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Di dunia pertanian, literasi berarti menjadikan pengetahuan dapat diakses, dipelajari, dan diterapkan secara luas.
Idha Widi Arsanti, Kepala Badan PPSDMP menyampaikan literasi pertanian merupakan fondasi utama untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian. Ini mencakup petani, penyuluh, dosen, mahasiswa pertanian, hingga aparatur sipil negara (ASN) di sektor pertanian. Kualitas SDM yang mumpuni akan menentukan kemajuan sektor pertanian secara keseluruhan.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan BBPKH Cinagara, Wilmy Rahmah Wirondas yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini di lembaga yang dipimpinnya. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan semangat BBPKH untuk terus mendukung penguatan sumber daya manusia pertanian berbasis ilmu dan teknologi.
“Kami sangat antusias dan merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah. Kegiatan ini memberi energi baru bagi widyaiswara kami dalam mendokumentasikan pengetahuan dan pengalaman lapangan dalam bentuk buku,” ujar Wilmy.
Acara yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan ajakan agar para widyaiswara menjadi penggerak literasi di satuan kerja masing-masing, guna memperkuat ekosistem pengetahuan pertanian yang terbuka dan berkelanjutan. (RHB)







