MARGOPOST.COM | BOGOR – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara kembali menunjukkan komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan hewan di Indonesia dengan menggelar Pelatihan Pelayanan Puskeswan.
Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 22 orang dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis, 4 orang dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang, serta 4 orang dari Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar.
Pelatihan dibuka Senin (21/07/2025) di Aula Rajawali BBPKH Cinagara, Bogor, oleh Kepala BBPKH Cinagara, I Gusti Made Ngurah Kuswandana. Dalam sambutannya, Made menekankan pentingnya peran Puskeswan sebagai garda terdepan kesehatan hewan dan penopang sektor peternakan.
“Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kapasitas petugas Puskeswan, yang merupakan ujung tombak dalam menangani masalah kesehatan hewan di lapangan, berdampak langsung pada produktivitas ternak dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Hadir pula Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Bengkalis, Suhairi, yang menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Pelatihan ini salah satu cara kami meningkatkan kapasitas petugas medik dan paramedik veteriner di Bengkalis untuk mewujudkan peternakan yang lebih maju,” jelas Suhairi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kesehatan hewan adalah kunci keberhasilan pembangunan peternakan.
“Tanpa hewan sehat, produktivitas terganggu dan keamanan pangan bisa terancam. Investasi pada peningkatan kapasitas SDM Puskeswan seperti ini adalah langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia,” tegas Mentan.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa Puskeswan adalah layanan kesehatan hewan terdekat dengan peternak, sehingga petugasnya perlu memiliki kompetensi yang selalu diperbarui.
“Pelatihan ini bukti upaya BPPSDMP mencetak SDM pertanian yang adaptif dan profesional, siap menghadapi tantangan di lapangan, dan mendukung ketersediaan pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi rakyat,” ujarnya.
Pelatihan ini dirancang membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terkini dalam diagnosis, penanganan, dan pencegahan penyakit hewan, agar layanan Puskeswan lebih optimal, responsif, dan profesional, mendukung pembangunan peternakan nasional.








