Perkuat Tenaga Inseminator Nasional, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Inseminasi Buatan

MARGOPOST.COM | LEMBANG – Kementerian Pertanian melalui BBPKH Cinagara bekerja sama dengan BIB Lembang menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Inseminator di BIB Lembang, Selasa (19/8/2025).

Sebanyak 33 inseminator dari berbagai daerah ikut serta. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas tenaga inseminator untuk mendukung populasi dan produktivitas ternak nasional. BBPKH Cinagara berperan sebagai penjamin mutu agar seluruh proses sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan peningkatan SDM peternakan adalah prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan hewani.

“Subsektor peternakan tidak hanya bergantung pada teknologi dan sarana produksi, tapi juga kualitas SDM. Inseminator yang kompeten menjadi ujung tombak peningkatan populasi ternak agar kebutuhan protein hewani masyarakat tercukupi,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan pentingnya pelatihan berbasis SKKNI.

“Kami mendorong hadirnya inseminator berkompeten karena mereka langsung bersentuhan dengan peternak. Dengan pelatihan standar, kita memastikan keberlanjutan program peningkatan populasi ternak sekaligus kesejahteraan peternak,” jelas Santi.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara. Ia menekankan inseminator adalah garda terdepan program pembibitan nasional.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan lahir inseminator handal dan profesional yang mampu bekerja sesuai SOP. Kompetensi mereka akan meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan dan mendongkrak populasi ternak,” ungkap Gun Gun.

Kapoksi Penyelenggaraan Pelatihan BBPKH Cinagara, Wilmy Rahmah Wirondas, menyebut kolaborasi dengan BIB Lembang sebagai langkah nyata mencetak inseminator berkualitas.

“BBPKH memastikan mutu pelatihan sesuai SKKNI. Peserta tidak hanya mendapat keterampilan teknis, tapi juga pengakuan kompetensi yang standar,” katanya.

Wilmy menargetkan rata-rata Service per Conception (S/C) 1,2 sebagai indikator keberhasilan.

“Artinya, setiap 1,2 kali inseminasi diharapkan menghasilkan 1 kebuntingan. Target ini penting untuk mendongkrak populasi sekaligus menekan biaya produksi,” tambahnya.

Pelatihan mencakup teori dan praktik lapangan secara intensif. Pemerintah berharap peningkatan kapasitas inseminator mampu mendukung penyediaan bibit ternak unggul serta meningkatkan kesejahteraan peternak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *