Tingkatkan Populasi Ternak Nasional, Kementan Lepas 33 Inseminator Handal

MARGOPOST.COM | LEMBANG – Kementerian Pertanian melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara secara resmi menutup Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Calon Inseminator Angkatan 4, Senin (8/9/2025).

Pelatihan yang berlangsung sejak 18 Agustus hingga 8 September 2025 ini bertujuan mencetak tenaga inseminator andal yang siap menjadi garda terdepan dalam meningkatkan populasi dan produktivitas ternak nasional.

Sebanyak 33 peserta telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari teori hingga praktik lapangan. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan intensif untuk menguasai teknik inseminasi buatan (IB) guna menekan angka kegagalan kebuntingan di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa ketersediaan inseminator berkualitas merupakan salah satu kunci untuk mempercepat peningkatan populasi ternak nasional.

“Kita tidak bisa bicara soal swasembada pangan hewani tanpa memastikan ketersediaan SDM yang terampil di lapangan. Inseminator adalah ujung tombak yang menentukan keberhasilan program peningkatan populasi ternak. Pelatihan seperti ini harus terus diperluas agar setiap daerah memiliki tenaga yang mumpuni untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan investasi jangka panjang bagi sektor pertanian dan peternakan.

“Kita akan terus berkomitmen dalam mencetak SDM yang unggul. Peserta pelatihan ini bukan hanya membawa keterampilan teknis, tetapi juga semangat untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan kompetensi yang mereka miliki, saya yakin mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak,” ujarnya.

Kepala BIB Lembang, Gungun Gunara, menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Seorang inseminator yang handal bukan hanya sekadar teknisi, melainkan pilar utama dalam program peningkatan produksi ternak. Kami berharap semua peserta yang sudah dilatih di sini mampu meningkatkan angka keberhasilan kebuntingan dengan nilai service per conception (S/C 1,2) di wilayahnya masing-masing. Keberhasilan mereka adalah keberhasilan kita semua dalam mendukung swasembada pangan hewani,” ujarnya.

Untuk mengasah keterampilan, semua peserta melaksanakan praktik lapangan di berbagai lokasi, termasuk KPBS Garut, KPBS Pangalengan, KPBSU Lembang, Dinas Peternakan Subang, dan Dinas Peternakan Sumedang. Praktik ini didampingi langsung oleh Widyaiswara BBPKH Cinagara bidang Reproduksi.

Kapoksi Penyelenggara Pelatihan BBPKH Cinagara, Wilmy Rahmah Wirondas, menekankan pentingnya pembelajaran langsung di lapangan.

“Kami melihat antusiasme dan komitmen yang luar biasa dari para peserta. Pendampingan langsung di lapangan menjadi kunci untuk memastikan setiap ilmu yang didapat di kelas bisa diaplikasikan dengan benar. Kami berharap, setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi peternak lokal,” jelasnya.

Dengan ditutupnya pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh untuk meningkatkan angka kebuntingan dan produktivitas ternak, sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembangunan sektor peternakan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *