MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan SDM menjadi fokus utama Kementan. Saat ini tantangan penyakit PMK merupakan tantangan baru yang harus dihadapi, dan wabah ini harus segera diberantas oleh kita semua, terutama petugas dilapangan agar peternak dan masyarakat bisa tenang dengan tidak adanya wabah tersebut.
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan, wabah PMK sdh menular di 16 provinsi, sebagai insan peternakan nasional, proses penanggulangan PMK tidak bisa diselesaikan dalam waktu yg singkat, dan membutuhkan startegi yg mumpuni untuk mengatasi PMK ini. PMK ini tidak zoonis tetapi sangat mudah menular ke ternak berkuku dua. PMK ini termasuk virus airborn deasesase Yang penyebarannya lewat udara sehingga penularnnya sangat cepat, sehingga kita harus berjuang untuk segera mengendalikan sapi-sapi yang sudah terpapar. Kondisi di lapangan baik dikabupaten maupun di provinsi, terjadi peningkatan kasus..Di saat yang sama kita akan memasuki bulan idul adha tentunya membutuhkan hewan kurban yang jumlahnya relatif banyak, namun di sisi lain ternak yang ada sedang terpapar PMK. Mengantisipasi agar ternak kurban tersedia memadai maka kementan Cq Dirjen Peternakan dan keswan siaga melakukan pengawalan yang ketat melalui pemeriksaan kesehatan ternak kurban 14 hari sebelum Idul Adha sudah tersedia. Adapun ternak tersebut berasal dari Kabupaten atau propinsi Zona HIJAU PMK..
Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh Badan SDM Kementan dalam penanggulangan PMK adalah (1.) Pelatihan Pengendalian Penyakit PMK yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 12 s/d 14 Mei 2022. (2) Pelatihan Vaksinasi PMK tanggal 27 s/d 29 Mei 2022
“Dedi mengatakan, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur berdasarkan berapa jumlah petugas (drh,paramedis,sarjana peternakan, ketua P4S dan Petani peternak lainnya)yang dilatih namun yang lebih utama seberapa besar peran alumni peserta pelatihan dalam mengaplikasikan materi di lapangan guna terkendalinya penyakit PMK, karena untuk melenyapkan virus ini tidaklah mudah karena harus dilakukan vaksinasi agar ternak kita kebal dan memiliki imunitas yang tinggi.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia bidang peternakan yang berkualitas, telah diselenggarakan pelatihan Vaksinasi Mulut dan Kuku (PMK) di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Pelatihan dibuka oleh Kepala Badan SDM Kementrian Pertanian dan dihadiri oleh Ka BBPKH Cinagara, Bapak Dr Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. didampingi oleh Unsur Pimpinan Koordinator dan Sub koordinator dan widyaiswara BBPKH , seluruh Kepala UPT Lingkup BPSDMP Kementan. Pada saat proses pembelajaran berlangsung semua peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini dari youtube awal peserta berjumlah 253 pada jam 09.50, kemudian terjadi lonjakan peserta pada jam 10.16 dengan jumlah 295 orang dan yang memberikan jempol awalnya hanya 55 orang namun membludak menjadi 99 orang pada jam 11.02. dan kemungkinan jumlah peserta di youtube akan terus bertambah dan meningkat. Menurut Wilmy Rahmah W, Widyaiswara BBPKH Cinagara Bogor.





