BPPSDMP DAN DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN BERKOMITMEN MENINGKATKAN KAPASITAS DOKTER HEWAN BAIK DARI DAERAH BEBAS ATAUPUN DAERAH TERTULAR MELALUI PELAKSANAAN TOT MANAJEMEN VAKSINASI PMK ANGKATAN 2 BAGI PETUGAS DOKTER HEWAN

MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kita semua harus tetap siaga mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Pihaknya tak hanya mengerahkan tim lapangan dan menyediakan vaksin serta obat-obatan untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan
pencegahan penyebaran penyakit PMK dilakukan diantaranya dengan tindakan vaksinasi. Sumber daya manusia pertanian di Indonesia harus terus ditingkatkan kompetensinya terutama dalam manajemen pengendalian penyakit mulut dan kuku.
Antisipasi Kewaspadaan terhadap penyebaran lebih luas dari Penyakit Mulut dan Kuku
di Indonesia harus segera ditingkatkan.

Upaya mendukung hal tersebut, Direktorat
Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerjasama dengan BBPKH Cinagara
Bogor dalam menyelenggarakan pelatihan TOT Manajemen Pengendalian penyakit Mulut dan Angkatan II yang ditujukan kepada 25 petugas dokter hewan di seluruh Indonesia
yang berada di wilayah zona merah ataupun zona hijau yang masih bebas dari PMK,
diantaranya yaitu NTB, NTT, Jatim, papua, sulbar, sulsel, sulteng, Sulut, lampung,
gorontalo, kalbar, sumbar, sumut dan DIY. kegiatan ini berlangsung selama 3 hari
mulai tanggal 28 sd 31 Agustus 2022. Peserta mendapatkan penekanan materi pentingnya
perlakuan rantai dingin yang tepat untuk vaksin dan strategi vaksinasi yang tepat
untuk mencapai kekebalan ternak yang optimal. selain materi teknis peserta pelatihan
juga diberi materi terkait peningkatan soft skill dalam kegiatan pembelajaran dengan
output berupa Rancangan Pembelajaran dan Satuan Acara Pembelajaran.

“kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan sebagai ajang sharing informasi dan pengalaman antar dokter hewan yang berasal dari wilayah tertular dengan wilayah bebas yang belum terserang PMK, dengan harapan wilayah dengan zona merah berubah menjadi hijau dan wilayah dengan zona hijau tetap dipertahankan bebas PMK” tutur kepala BBPKH Cinagara dalam arahannya pada saat kegiatan pembukaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *