MARGOPOST.COM | Bandung – Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan akses, mutu, dan relevansi penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi dapat membekali calon tenaga kerja dan tenaga kerja dengan kompetensi untuk bekerja maupun berwirausaha.
Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH., M.Si. MH. meyakini bahwa pendidikan vokasi pertanian akan menghasilkan alumni job creator yang mampu menciptakan peluang lapangan kerja serta alumni jobseeker (pencari kerja) yang siap ditempatkan di seluruh lini pembangunan pertanian.
“Masa depan pembangunan pertanian ada di tangan generasi muda. Generasi yang harus diperkuat keilmuan nya. Salah satu unsur penting ada di pendidikan vokasi untuk itu, pendidikan vokasi kita harus didukung oleh peralatan praktek yang cukup dan memadai,” ujar Mentan Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. mengatakan Kementerian Pertanian terus melakukan upaya-upaya untuk menarik minat generasi muda dan melahirkan SDM pertanian yang handal,memiliki kompetensi tinggi, berdaya saing dan mampu bertahan di berbagai kondisi. BPPSDMP Kementan terus menerus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui tiga program utama yakni di bidang penyuluhan, bidang pendidikan, dan bidang pelatihan.
“Di bidang penyuluhan, kita akan bangun terus kostratani dengan kata lain pemberdayaan Balai Pelatihan Pertanian. Di bidang pelatihan, kita akan melakukan pelatihan vokasi untuk aparatur dan non aparatur, P4S, dan petani milenial,” ungkap Dedi.
Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan juga Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia kementerian lainnya dalam menyusun program dan materi pelatihan vokasi yang diselenggarakan dari tanggal 29 Agustus sd. 02 September 2023 secara online dan offline di Holiday Inn Bandung Pasteur.
Adanya perbedaan variasi bentuk pedoman program dan materi pelatihan vokasi dari setiap kementerian/ lembaga menjadi permasalahan tersendiri. Keberadaan salah satu peraturan baru yaitu Kepdirjen Binalavotas Kemnaker RI No. 2/771/HK.05/III/2023 yang mengatur tentang pedoman penyusunan program dan materi pelatihan vokasi merupakan salah satu solusi untuk menyelaraskan perbedaan ini. Oleh karena itu pertemuan Bimbingan Teknis Penyusunan Program Pelatihan Vokasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bertujuan untuk menyamakan persepsi dan format dari pedoman, program dan materi pelatihan dari kementerian / Lembaga. Selain perwakilan dari kementerian Pertanian, juga turut hadir perwakilan dari kementerian lain seperti kementerian ESDM, KLHK, PUPR, Kemenhub, Kemenparekraf, KKP, Kemenkominfo, Kemendes PDTT, Kemendikbudristek , kemensos, Kemenperin, kemenhankam serta kemenkop dan UKM.
Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono S.Pt, M.Si menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinggi nya atas kerjasama antar kementerian/lembaga, terutama terhadap upaya untuk menyamakan persepsi terhadap bentuk program dan materi pelatihan vokasi yang akan diselenggarakan di instansi masing-masing . [FE-31/08/2023]






