MARGOPOST.COM | Bogor – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sebagai salah satu unit pelaksana teknis dari BPPSDMP mempunya tugas pokok untuk menyusun rencana dan program dan melaksanakan pelatihan fungsional dan pelatihan teknis serta bagaimana evaluasi pelatihan untuk dijadikan sebagai bahan data dan informasi. Hal ini harus dapat diimplentasikan dan berlaku baik pada pelatihan reguler maupun pelatihan kerjsama. Pada pelatihan kerjasma BBPKH berperan sebagai penjamin mutu yang terakreditasi dalam pelaksanaan pelatihan tersebut. output pelatihan adalah menghasilkan targert peningkatkan kompetensi yang telah disyaratkan dengan mengacu pada permentan no 37 tahun 2018.
Badan Karantina Pertanian mengadakan Pelatihan Dasar Fungsional dan Teknis Bidang Karantina Pertanian tahun anggaran 2022. Pelatihan dilaksanakan dari tanggal 22 Agustus s.d 20 September 2022 yang diikuti oleh 74 Peserta yang terdiri Pejabat Fungsional Dokter Hewan Karantina, Paramedik Karantina Hewan dan Analis Perkarantinaan Tumbuhan di Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian.
Lalu lintas produk hewan di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Seiring dengan fakta tersebut, media pembawa yang dilalulintaskan yang dapat berupa produk hewan kemungkinan dapat membawa Hama dan penyakit Hewan Karantina. Sesuai dengan tupoksi dari Badan Karantina Pertanian untuk menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari masuknya ke dalam wilayah NKRI maupun dicegah keluarnya dari dalam wilayah NKRI, maka pelatihan Dasar Fungsional dan Teknis Bidang Karantina dilaksanakan dengan tujuan Untuk pengembangan karier dan peningkatan profesionalisme Pegawai Aparatur Sipil Negara yang melaksanakan tugas pelayanan fungsional di bidang perkarantinaan hewan.
Pada pelaksanaan pelatihan, asal pemateri tentunya berasal lembaga atau Insitusi yang kredibel dengan kapasitas yang sudah terpercaya. Salah satunya yaitu BBPKH Cinagara sebagai lembaga pelatihan terakreditasi, pada kesempatan tersebut kelapa BBPKH Cinagara, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt.,M.Si. memeberikan materi tentang komunikasi dalam pelaksanaan tugas sebagai pegawai karantina harus profesional, tangguh dan terpercaya.
Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa pertanian maju, mandiri, modern mensyaratkan adanya proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. Dua hal penting adalah proses learning lewat sekolah dan unlearning melalui percontohan. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak.





