MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian saat ini harus memenuhi tantangan. “Tantangan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan, termasuk penggunakan teknologi serta memaksimalkan program-program Kementan,” katanya. Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian. “Mengapa penting? Karena SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas.
Jika ingin produktivitas meningkat, berarti tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya,” tutur Dedi.
Sertifikasi profesi sangat penting karena memberikan bukti formal bahwa seseorang memiliki kompetensi dalam bidang tertentu. Ini sangat berguna bagi perusahaan dan organisasi yang mencari tenaga kerja yang kompeten, karena sertifikasi ini menjamin bahwa seseorang yang diakui memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
Kementerian Pertanian memiliki target untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja global dengan melakukan sertifikasi kompetensi bidang sektor pertanian. Selaras dengan hal tersebut, di awal tahun 2023, BPSDMP Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan koordinasi dan diseminasi penyelenggaraan standarisasi dan sertifikasi profesi seKtor pertanian pada tanggal 1 sd 2 Februari 2023 yang dihadiri 112 peserta dan dihadiri juga oleh Sekretaris BPPSDMP kementan, Kapuslatan, Kepala Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Kepala UPT BPSDMP, Ketua BNSP, asesor dan master asesor. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Bhuvana
LSP kementan selama tahun 2020 sd 2023 telah menghasilkan 119 skema, 39 skkni dan 18 KKNI serta memiliki 236 asesor kompetensi. Arahan Sekretaris BPPSDMP pada acara pembukaan mengatakan bahwa dengan tantangan yg dihadapi dari 399 skkni ini perlu dilakukan identifikasi dan pengkajian ulang sesuai dengan kebutuhan dunia Pendidikan dan dunia industri.
Selain itu juga perlu dilakukan pemetaan kompetensi asesor di lingkup pertanian. Narasumber yang mengisi materi berasal Sekretaris BPPSDMP Kementerian Pertanian, Kamar Dagang Indonesia serta ketua Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP). Semakin meningkatnya Jumlah pencari kerja sebesar 143,27 juta orang per Desember 2022 akibat pengaruh pandemi COVID-19 merupakan tantangan bagi BPPSDMP untuk lebih berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi masyarakat, tuturnya di sela kegiatan Pembukaan.





