MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH., mengatakan pihaknya tak hanya mengerahkan tim lapangan dan menyediakan obat-obatan untuk penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) yang menyerang ratusan ternak di Jawa Timur. Pihak Kementerian Pertanian juga melakukan langkah-langkah pencegahan seperti lockdown wilayah atau kandang, tracing, hingga meneliti dan menghasilkan vaksin PMK. Syahrul berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah dapat secara optimal menekan penyebaran PMK di sejumlah wilayah dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK. Disisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr., menyatakan langkah darurat yang disiapkan dalam penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, salah satunya menetapkan lockdown. Selanjutnya dilakukan pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK, pemusnahan ternak yang positif PMK secara terbatas. Beberapa cara pencegahan PMK, diantaranya ialah mencegah kontak antara hewan peka dan virusnya, menghentikan produksi virusnya oleh hewan tertular, meningkatkan resistensi hewan dengan pengebalan terhadap hewan peka melalui vaksinasi yang bersifat darurat dan vaksinasi yang bersifat umum. Selanjutnya, melakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan, melakukan edukasi kepada peternak terkait standar operasional prosedur (SOP) pengendalian dan pencegahan PMK, serta menyiapkan vaksin PMK. Pada Selasa tanggal 7 Juni 2022 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP yang diberi kewenangan atau mempunyai tugas pokok penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan hewan yaitu Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, telah melaksanakan kegiatan Bertani on Cloud (BOC) volume 181 di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Merapi Farm yang berlokasi di Jalan Balong, Dusun Plosorejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi dan langsung dari lokasi BOC, oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si., yang menyatakan bahwa dalam menghadapi PMK saat ini perlu kewaspadaan khusus oleh peternak, petugas teknis peternakan, penyuluh pertanian/peternakan, medik veteriner, dan paramedik veteriner, sehingga penyebaran PMK bisa dikendalikan. Selanjutnya dikatakan bahwa dalam waktu dekat ini kita semua, khususnya umat islam, akan menghadapi Idul Adha yang didalamnya ada serangkaian kegiatan berupa penyembelihan hewan kurban. Senada dengan pernyataan Kepala BBPKH Cinagara, maka BOC volume 181 mengambil tema Pengendalian PMK dengan judul Hadapi PMK Menjelang Idul Adha Ala P4S Merapi Farm, yang menampilkan narasumber mumpuni di bidangnya, antara lain Ketua P4S Merapi Farm, Taufik Mawaddani, sekaligus sebagai Duta Petani Milenial (DPM) juga sebagai Ketua Komisaris Daerah Kabupaten Sleman, hadir pula praktisi hewan ruminansia kecil yaitu drh. Budi Pramono, dan dari Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates DIY, drh. Rochmadyanto, M.Sc. Metodologi dalam kegiatan BOC 181 dilaksanakan secara online menggunakan media pembelajaran video converence melalui aplikasi zoom meeting, dan juga disiarkan secara langsung (live streaming) melalui media youtube. Peserta khususnya yang berpartisipasi melalui zoom sangat antusias, hal ini dapat dilihat dari interaksi pada kolom chat aplikasi zoom, dan beberapa pertanyaan secara langsung ke masing-masing narasumber dan ditanggapi secara lugas sesuai jenis pertanyaannya.





