MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian, Bapak Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., M.H. mengatakan, pertanian saat ini harus memenuhi tantangan. “Tantangan utama pertanian adalah memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Untuk mendukung hal itu, semua potensi harus dimaksimalkan, termasuk penggunakan teknologi serta memaksimalkan program-program Kementan,” katanya.
Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Bapak Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, MAgr, menjelaskan hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian. “Mengapa penting? Karena SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas. Jika ingin produktivitas meningkat, berarti tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya.
Salah satu indikator keberhasilan pelatihan dapat dilihat dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan setelah peserta pelatihan pulang ke wilayah masing – masing. Hasil rekap RTL pada Pelatihan Pengendalian PMK disampaikan pada hari Jumat tanggal 27 Mei 2022 oleh Dr.drh. Euis Nia Setiawaty, MP dan Drh. Dwi Windiana, MSi saat memaparkan pengantar pada Pelatihan Vaksinasi PMK secara virtual.
Peserta Pelatihan Vaksinasi PMK ini sebagian besar adalah peserta yang telah mengikuti Pelatihan Pengendalian PMK, sehingga pemaparan RTL Pelatihan Pengendalaian PMK sangat relevant untuk disampaikan pada Pelatihan Vaksinasi PMK. Terdapat enam indikator yang tertuang dalam RTL yaitu pernyataan tentang gejala klinis, tindakan yang dilakukan bila menjumpai hewan dengan tanda-tanda klinis, tindakan bila hewan terpapar, tindakan bila hewan menderita PMK, kepedulian bila terjadi wabah, penyembelihan hewan terpapar PMK, dan diseminasi pelatihan. Rekap hasil RTL, hampir 99.0 persen peserta sangat faham terhadap gejala klinis PMK, peserta peduli bila ada hewan terpapar PMK di wilayah kerjanya, peserta tetap tidak mengizinkan ternaknya keluar bila terdeteksi tanda-tanda PMK dan peserta akan melakukan diseminasi hasil pelatihan kepada petugas lain di wilayah kerjanya. Peserta juga sangat puas terhadap pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPKH Cinagara selain ilmu baru yang didapat, juga mendapatkan nilai utama sebagai seorang fungsional melalui sertifikat pelatihan.





