MARGOPOST.COM | BOGOR – Setelah sukses menggelar Pelatihan Pelayanan Puskeswan Angkatan pertama, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, UPT dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali membuka pelatihan Angkatan Kedua pada Senin (4/8/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya investasi SDM di sektor peternakan.
“Petugas Puskeswan adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan ternak. Peningkatan kompetensi mereka akan memperkuat sektor peternakan dan berdampak pada kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan Amran.
Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM pertanian.
“Pelatihan ini bagian dari strategi kami untuk membentuk petugas lapangan yang kompeten. Dengan kurikulum standar dan dukungan pemerintah daerah, kami yakin pelayanan kesehatan hewan akan semakin baik. Ini investasi jangka panjang untuk peternakan yang maju dan produktif,” jelas Santi.
Pelatihan ini diikuti 24 peserta dan dibuka oleh Kepala Bagian Umum, Tedy Cahyo Sulistiyo Widodo. Turut hadir Kapoksi Penyelenggaraan Pelatihan Wilmy Rahmah Wirondas, para pejabat widyaiswara, serta unsur pimpinan BBPKH Cinagara, menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini.
Dalam sambutannya, Tedy menegaskan peran penting Puskeswan dalam menjaga kesehatan hewan dan mendukung peternak.
“Pelatihan ini bukan sekadar teori, tapi juga praktik. Kami harap peserta dapat menyerap ilmu dan menjadi solusi di lapangan,” ujar Tedy.
Tedy juga menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan Angkatan Kedua dan digelar serentak di dua lokasi: BBPKH Cinagara dan BBVET Denpasar.
“Kegiatan ini tindak lanjut dari arahan Direktur Kesehatan Hewan untuk merancang layanan Puskeswan yang terintegrasi dan terstandar. Setelah sukses pada angkatan pertama bulan lalu, kini kami gelar dua angkatan di dua lokasi berbeda,” jelasnya.
Wilmy Rahmah Wirondas menyebut tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas teknis petugas Puskeswan agar mampu memberikan pelayanan terbaik di lapangan.
“Peserta akan dibekali materi teknis terkini, mulai dari identifikasi penyakit, penanganan darurat, hingga manajemen Puskeswan. Dengan dukungan widyaiswara profesional dan kurikulum terakreditasi, kami yakin 40 JP pelatihan ini akan mencetak tenaga profesional,” jelas Wilmy.
Kolaborasi antara BBPKH Cinagara dan Dinas Pertanian Lombok Tengah ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kompetensi petugas kesehatan hewan demi peternakan yang lebih sehat dan maju.








