MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si,MH mengatakan, pihaknya tak hanya mengerahkan tim lapangan dan menyediakan obat-obatan untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ratusan ternak. Pihak Kementerian Pertanian juga melakukan langkah-langkah pencegahan seperti lockdown wilayah atau kandang, tracing, hingga meneliti dan menghasilkan vaksin PMK. Syahrul berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah dapat secara optimal menekan penyebaran PMK di sejumlah wilayah dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dr.Ir. Dedi Nursyamsi,M.Agr menyatakan langkah darurat yang disiapkan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, salah satunya menetapkan lockdown. Selanjutnya dilakukan pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK, pemusnahan ternak yang positif PMK secara terbatas.

Dalam rangka menyambut idul qurban DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) kecamatan pancoran mas kelurahan depok jaya meningkatkan kompetensinya dengan menghadirkan narasumber dari dinas ketahanan pangan pertanian dan kelautan kota depok, drh. Dede Zuraida selaku kepala bidang peternakan yang didampingi oleh ibu Ria Kartika Dwiyadi, S. Pt dengan materi yang disampaikan sosialisasi surat edaran walikota depok mengenai pelaksanaan qurban dan pemotongan hewan dalam situasi wabah penyakit mulut dan kuku serta perkembangan PMK dikota depok dan tindakan antisipasi pemerintah kota depok. Tim BBPKH cinagara juga digandeng sebagai narasumber yang terdiri dari ibu drh. Nafrina Lanniari, M. Si; Wilmy Rahmah Wirondas, S.Pt., MP; Yuniawan, S. Pt., M.Sc; dengan materi teknik penyembelihan hewan qurban sampai ke cara perobohan hewan qurban, syarat-syarat hewan qurban hingga penanganan daging, jeroan serta pengemasan.

Dalam kegiatan ini dilakukan diskusi antara peseta dan narasumber, antusiasme peseta tampak dari berbagai pertanyaan yang menarik baik itu teknis dilapangan maupun kasus-kasus yang dialami oleh para DKM pada saat penyembelihan sampai ke handing Ternak saat akan disembelih. Pelatihan DKM ini dihadiri oleh 60 orang DKM dari kelurahan depok jaya kecamatan pancoran mas. Kegiatan ini dilaksanakan karena maraknya penyakit pmk yang sedang mewabah, mereka juga ingin mengetahui kasus penyakit yang ada di kota depok ini seperti anthrax untuk mencegah terjadinya pemotongan bersyarat saat pelaksanaan idul qurban. NL-YNW BBPKH CNG





