MARGOPOST.COM | BULUNGAN – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan tanam sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Melalui tim lapangan yang dipimpin oleh Taufik Walhidayah dan Muhammad Syafii Nasution, BBPKH Cinagara melaksanakan koordinasi dan konsolidasi Luas Tambah Tanam (LTT) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (27/08/2025).
Pertemuan berlangsung di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan diterima langsung oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Yuniarti Utami. Fokus utama pembahasan adalah optimalisasi capaian LTT bulan Agustus sekaligus persiapan strategi tanam untuk bulan September 2025.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa upaya percepatan tanam yang dilakukan di berbagai daerah, merupakan strategi penting pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Ketahanan pangan tidak boleh terganggu oleh kondisi apapun. Karena itu, saya minta semua daerah bergerak cepat, manfaatkan potensi lahan dan dukungan benih yang sudah tersedia. Dengan gotong royong pemerintah pusat, daerah, penyuluh, hingga petani, kita mampu mempercepat tanam dan meningkatkan produksi,” ungkap Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran penyuluh dan pendamping lapangan dalam memastikan percepatan tanam berjalan optimal.
“Penyuluh adalah ujung tombak di lapangan. Koordinasi adalah bukti bahwa sinergi pusat dan daerah berjalan baik. Dengan penguatan SDM pertanian, kita bisa memastikan CPCL yang sudah ditetapkan benar-benar terealisasi di lapangan,” jelas Santi.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Yuniarti Utami menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menuntaskan target LTT bulan Agustus dengan memanfaatkan sisa luasan tanam. Dari total target 198 hektare, saat ini masih dikejar realisasinya agar tercapai sesuai jadwal.
“Target Agustus ini harus dimaksimalkan. Sisa luasan yang ada segera kita dorong tanam, dengan melibatkan seluruh jajaran penyuluh dan kelompok tani di lapangan,” tegas Yuniarti.
Selain menuntaskan target Agustus, koordinasi juga membahas rencana tanam bulan September. Berdasarkan hasil identifikasi, telah disiapkan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk padi gogo seluas 3.884 hektare.
Taufik Walhidayah mewakili tim BBPKH Cinagara menegaskan bahwa pihaknya terus bergerak secara aktif melakukan konsolidasi dengan Dinas Pertanian dan para BP di lapangan.
“BBPKH Cinagara berkomitmen mendampingi daerah, termasuk Kabupaten Bulungan, agar percepatan tanam bisa tercapai. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, daerah, dan brigade pangan, kita optimis target LTT dapat terlaksana,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Syafii Nasution menambahkan bahwa percepatan tanam tidak hanya menyangkut soal target angka, tetapi juga kesiapan teknis, pendampingan penyuluh, serta sinergi antar-stakeholder.
Koordinasi ini menjadi bukti nyata bahwa upaya percepatan tanam memerlukan kolaborasi erat antarinstansi. Kabupaten Bulungan, dengan potensi lahan dan dukungan petani yang kuat, diharapkan mampu menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Utara.
Dengan langkah strategis yang telah disusun, baik untuk menuntaskan target Agustus maupun mempersiapkan tanam September, diharapkan hasil produksi pertanian khususnya padi dapat meningkat signifikan. Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui gerakan percepatan tanam di seluruh daerah.





