MARGOPOST.COM | MAJALENGKA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya nasional yang digelar di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). Acara ini menjadi salah satu rangkaian panen serentak yang dilaksanakan di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya besar memperkuat ketahanan pangan nasional.
Setelah menjajal langsung teknologi pertanian modern *combine harvester*, Presiden Prabowo melangkah ke tenda utama tempat para petani berkumpul. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, ia menyapa para petani, mendengarkan keluh kesah mereka, bahkan tampak tertawa bersama dan menepuk lembut pundak beberapa petani sebagai bentuk kedekatannya.
Momen itu terekam dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, memperlihatkan bagaimana Prabowo dengan antusias berdialog dengan para petani. Ia terlihat mengangguk serius saat mendengar masukan, sambil sesekali menyisipkan candaan yang mencairkan suasana. Ditemani jajaran menteri dan pejabat tinggi negara seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PUPR Dody Hanggodo, Wamentan Sudaryono, Seskab Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Prabowo tampak benar-benar terlibat dalam pembicaraan yang menyentuh akar persoalan petani.
Tak hanya berdialog langsung, Prabowo juga berkomunikasi secara daring dengan sejumlah gubernur dan petani dari berbagai daerah. Salah satunya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden di sektor pertanian. Ia juga mengungkapkan beberapa kendala yang masih dihadapi petani di Aceh, seperti masalah irigasi, distribusi pupuk, serta kebutuhan alat pertanian seperti traktor dan mesin panen.
Merespons hal itu, Prabowo langsung mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dan pulpen dari sakunya. Ia mencatat satu per satu masukan yang diberikan, menunjukkan komitmennya untuk menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi petani di lapangan. Sikap tanggap ini disambut positif oleh para peserta yang hadir.
Dari Ngawi, salah seorang petani menyampaikan rasa syukur atas kebijakan pemerintah yang telah meningkatkan harga gabah dan mempermudah akses terhadap pupuk. “Kami bahagia, Pak. Harga gabah sekarang Rp 6.500 dan pupuk bisa kami dapatkan dengan mudah,” ucapnya penuh semangat.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menegaskan bahwa panen raya ini bukan hanya seremoni, melainkan cerminan nyata dari keberhasilan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan petani. “Ini momentum penting untuk memperkuat kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.
Setelah rangkaian acara selesai, Presiden Prabowo dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan agenda kenegaraan. Namun, momen kedekatannya dengan petani di Majalengka hari itu meninggalkan kesan kuat: bahwa pemimpin negara tak hanya hadir di podium, tapi juga di tengah sawah, bersama rakyat yang mengolah tanah demi masa depan bangsa.





