MARGOPOST.COM | JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 yang diumumkan di Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Edhy Prabowo adalah pria kelahiran Tanjung Enim, Sumatera Selatan, 26 Desember 1972. Saat mengenyam pendidikan di tingkat universitas, Edhy memilih Universitas Moestopo dengan mengambil fakultas Manajemen tahun 1997.
Setelah itu, Edhy melanjutkan pendidikannya di Swiss German University mengambil bisnis tahun 2004. Ilmu bisnis ini menjadi bekal untuk karier Edhy ke depan.
Siapa sangka, Edhy Prabowo sempat diterima masuk AKABRI di Magelang, Jawa Tengah, pada tahun 1991. Edhy juga mantan atlet silat nasional. Edhy pernah berjaya di event Pekan Olah Raga Nasional (PON) dan beberapa kejuaraan lainnya tingkat mancanegara.
Tak hanya menguasai bidang politik, Edhy Prabowo juga mahir dalam bidang bisnis. Terlebih lagi Edhy mempunyai latarbelakang pendidikan bisnis.
Pada tahun 2007, dia mendirikan perusahaan jasa keamanan, PT Garuda Security Nusantara. Berbekal pengalaman itu, Edhy dipercaya menjadi Presiden Direktur dan menjadi Komisaris di PT Kiani Lestari Jakarta. Perusahaan kertas itu milik Prabowo Subianto.
Tak hanya itu beberapa perusahaan pun telah dipimpinnya. Seperti PT Alas Helau, sebagai Direktur tahun 2004-2015, PT Tusam Hutani Lestari, sebagai Direktur Utama tahun 2004-2015. Di PT Swadesi Dharma Nusantara, sebagai komisaris tahun 2000-2004, PT Nusantara Energi, sebagai Asisten Direktur Utama tahun 1998-2004.
Edhy Prabowo mulai dekat dengan Prabowo Subianto saat Ketua Umum Partai Gerindra itu masih berpangkat Letkol dan menjadi pejabat Dangrup II TNI AD. Kemudian Edhy memulai karier politiknya di 2005 dengan aktif berorganisasi di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan HKTI.
Selain HKTI, Edhy juga aktif di Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia dan Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPSMI), dan beberapa organisasi lain.
Kedekatannya dengan Prabowo Subianto membawa Edhy Prabowo masuk dalam Partai Gerindra. Edhy Prabowo dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra (2012-sekarang).
Pada 2009-2014, Edhy terpilih menjadi anggota DPR. Dia bertugas di Komisi VI DPR-RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi dan BUMN. Kemudian dia terpilih kembali menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerindra untuk Dapil Sumatera Selatan I setelah memperoleh 75,186 suara.
Di 2014-2019, Edhy bertugas menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR-RI yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan.
Sebagai mantan Ketua Komisi IV DPR RI yang juga membawahi sektor kelautan dan perikanan, Edhy Prabowo tentu tidak asing dengan berbagai berbagai kebijakan yang telah ditelurkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti.
Saat menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo dalam sejumlah kesempatan menyatakan bahwa pihaknya mendukung kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang melakukan aksinya di kawasan perairan nasional dan merugikan Republik Indonesia.
“Kami tegaskan bahwa Komisi IV tetap mendukung kebijakan penenggelaman kapal asing yang memasuki wilayah Indonesia dan mencuri kekayaan alam Indonesia,” kata Edhy tahun lalu.
Menurut Edhy ketika itu, terkait kebijakan menenggelamkan kapal asing, semangatnya Menteri Susi adalah untuk melindungi sumber daya alam nasional, selain itu melindungi kekayaan negara dari asing pihak asing.
Hal tersebut, lanjutnya, perlu untuk segera didukung oleh berbagai pihak. Dia berpendapat bahwa penenggelaman kapal asing yang terbukti mencuri kekayaan alam Indonesia itu berdampak baik kepada nelayan serta menimbulkan efek jera.
Dengan semangat dan tekad demikian maka diharapkan ke depannya kegiatan pemberantasan penangkapan ikan ilegal juga akan terus berlanjut hingga hilang sepenuhnya.(setneg/kkp/ant/bs)





