KEMAH NASIONAL AJANG SEBARKAN TEKNOLOGI INOVASI

MARGOPOST.COM | Jakarta – Pada saat ulang tahun Kemerdekaan RI yang ke 77, Presiden Joko Widodo menerima penghargaan Certificate of Acknowledgement dari Institut Penelitian Padi Internasional(IRRI) atas keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras. IRRI telah memberikan pengakuan terhadap sistem pertanian dan pangan yang tangguh serta swasembada beras yang dicapai Indonesia pada 2019-2021.

Jokowi mengungkapkan prestasi ini tidak lepas dari upayadan kerja keras semua pihak terutama para petani, dan seluruh stakeholder terkait untuk terus meningkatkan produksi beras, sehingga sudah tiga tahun lamanya sejak 2019, Indonesia tidak pernah mengimpor lagi beras.

Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, terutama petani, penyuluh, P4S serta stakeholder pertanian lainnya

Dalam upaya meningkatkan resonansi regenerasi petani serta wirausaha muda di sektor  pertanian guna mendukung upaya penguatan ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian menggelar kegiatan Sarasehan atau Kemah Nasional Petani Millenial, Petani, Penyuluh dan P4S di Bumi Perkemahan Pramuka Ragunan pada tanggal 28-30 Agustus 2022. 

Soft Louncing dilaksanakan oleh Kepala Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian. Dalam pengarahan dalamsoft louncing Ka Badan Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr menyatakan bahwa  Kemah Nasional merupakan sarana bertukar pikiran, bertukar teknologi dan bertukar produk. Selanjutnya beliau menyatakan dalam saresehan atau Kemah Nasional ini Kementerian Pertanian telah membuat strategi bagai mana caranya para petani milineal mencurahkan ide-ide, gagasan yang cemerlang agar pertanian di Indonesia senantiasa terus berkiprah dan memproduksi pertanian semaksimal mungkin untuk menjaga pangan di negeri ini tetap terjamin.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peranaktif petani milenial, petani dan penyuluh dalam peningkatan produksi dan daya saing produk pertanian, pengembangan ekosistem kewirausahaan pertanian, membangun jejaring petani milenial antar wilayah, serta sebagai upaya antisipasi krisis pangan.

Menurut Dedi NursyamsiAda dua kunci utama dalamsuksesnya pengelolaan sektor pertanian. Pertama adalah penggunaan smart farming. Manfaatkan alat dan teknologi, gunakanan bibit unggul yang dapat meningkatkan produktivitas. Dan yang kedua adalah tingkatkan skala usaha melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program TANI AKUR sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pertanian, merupakan sebuah kolaborasi yang hadir untuk mempermudah akses pembiayaan dengan bunga yang terjangkau. Dengan pembiayaan yang mudah diharapkan akan mampu mendorong peningkatan skala usaha petani milenial. Kalau sudah menggunakan smart farming, sudah meningkatkan skala usaha maka peluang pemasaran pun akan tebuka luas.

Apalagi di tahun-tahun mendatang kita terancam dengan adanya krisis pangan global. Kita harus menggenjot panganlokal selain padi, seperti singkong, sagu, talas, ganyong dan lain sebagainya. Pada saresehan atau kemah nasional P4S wilayah binaan BBPKH Cinagara salah satu boot atau stand yang dikunjungi oleh Ka Badan PPSDM Pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *