KEMENTAN BERSAMA MABES POLRI MENGADAKAN TRAINING OF TRAINER VAKSINASI PMK BAGI DOKTER HEWAN DAN PARAMEDIK DI LINGKUNGAN MABES POLRI

MARGOPOST.COM | Bogor – Kementerian Pertanian melaui Balai Besar Penyuluhan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor bersama dengan Mabes POLRI mengadakan Training Of Trainer (ToT) Vaksin PMK. Rangkaian acara pelatihan digelar dari tanggal 5 Juli 2022 sampai dengan 7 Juli 2022 di BBPKH Cinagara Bogor. Kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk pembekalan bagi para tenaga Dokter Hewan dan Paramedik di lingkungan Mabes POLRI dalam rangka mensupport penanggulangan PMK yang menyebar sangat cepat di tanah air.

Pembukaan pelatihan dilaksanakan hari Selasa tanggal 5 Juli 2022 diawali dengan laporan pelaksanaan oleh Kepalai Balai BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian arahan dan sekaligus peresmian pembukaan pelatihan oleh Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir. Dedi Nusyamsi, M.Agr. Kemudian dilanjutkan dengan Penyerahan Tanda Peserta secara simbolis bagi perwakilan peserta pelatihan. Serta diakhiri dengan peninjauan terhadap kesehatan sapi ternak.

Dalam rangkaian acara kegiatan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Bapak Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, MAgr, menjelaskan beberapa sasaran yang ingin dicapai dalam acara ToT Vaksinasi PMK bagi Dokter Hewan dan Paramedik di Lingkungan Mabes POLRI.

Pertama bagi para calon Trainer yang kebetulan hari ini bekerja sama dengan Mabes POLRI untuk melatih para anggota POLRI untuk sama-sama melakukan jurus terakhir dalam penanggulangan PMK yaitu Vaksinasi. Dimana vaksinasi adalah tahapan yang sangat krusial dalam penanggulangan PMK.

“Oleh karena itu kita harus bekerjasama dengan komponen anak bangsa untuk bersama-sama melakukan vaksinasi secara massal”, ungkapnya.

“Sejak beberapa waktu lalu 800.000 dosis vaksin PMK sudah tiba di tanah air dan sudah didistribusikan serta sudah dilakukan penyuntikan ke seluruh ternak di tanah air, bahkan targetnya sebelum hari Raya Idul Adha 800.000 dosis sudah tuntas disuntikan. Bahkan secara akumulatif 3.000.000 dosis vaksin sebagian sudah di sebarkan ke seluruh pelosok tanah air”, katanya menambahkan.

Untuk melakukan penyuntikan vaksin ke seluruh tanah air yang cakupan wilayahnya begitu luas tentunya tidak bisa hanya mengandalkan tenaga dokter hewan, paramedik dan penyuluh peternakan serta TNI/POLRI. Oleh karena itu dalam hal vaksinasi dibutuhkan kerja kesama dan kerja keras dengan seluruh komponen anak bangsa. Dedi Nursyamsi menilai bantuan dari TNI/POLRI begitu luar biasa karena bekerja begitu cepat dan begitu rapih sehingga seluruh stake holder yang lain harus ikut mendukung, termasuk para peternak harus secara bersama-sama bersinergi melakukan vaksinasi massal di seluruh tanah air Indonesia.

Menurut Dedi Nursyamsi kejadian PMK yang saat ini mewabah di tanah air masih dalam kategori kejadian kondisi tertentu yang perkembangan penyebarannya sangat cepat sekali. Di akhir bulan April 2022 penyebarannya terdeteksi di 2 provinsi yaitu provinsi Aceh dan Jawa Timur. Kemudian perkembangan kasus di akhir bulan Juni 2022 ternyata sudah menyebar di 19 provinsi dan sudah menyebar di ratusan kabupaten.

“Untuk menanggulangi wabah PMK ini kita harus melihat secara proporsional, karena perkembangannya sangat cepat maka kita harus menanggulanginya bergerak jauh lebih cepat lagi”, pungkasnya.

Dedi menilai support dari TNI/POLRI dan seluruh lapisan masyarakat mutlak harus dilakukan. Sekarang ketersediaan vaksin sudah ada tinggal melakukan jurus terakhir yaitu vaksinasi secara massal dan masiv di seluruh tanah air.

Dedi Nursyamsi berharap Indonesia harus segera bebas kembali dari PMK dalam waktu sesegera mungkin. Seperti tahun 1986 Indonesia sudah bebas dari PMK dan tahun 1990 sudah dinyatakan bebas PMK oleh asosiasi kesehatan hewan dunia bersama dengan negara Australia.

Dalam hal kaitannya menyambut hari Raya Idul Adha yang dimana biasanya kebutuhan stok daging meningkat, Dedi mengatakan melaui Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu sudah menyampaikan ketersediaan stok daging aman. Namun karena ini dalam kondisi masa penyebaran PMK tentunya harus lebih hati-hati dan waspada. Kementerian Pertanian sudah mengeluarkan permentan tahun 2022 yang isinya SOP bagaimana penanganan hewan kurban di tengah wabah PMK ini dan termasuk juga penanggulangan PMK.

Kementan sudah memetakan yang mana wilayah merah dan yang mana wilayah hijau dan sudah ada SOP bagaimana proses karantina dari wilayah merah ke hijau dan sebaliknya. Misalkan hewan ternak di wilayah merah harus lockdown atau dikarantina dan tidak boleh berpindah ke wilayah hijau. Demikian juga perpindahan hewan ternak dari wilayah hijau ke wilayah hijau harus dipastikan betul ternaknya sehat dan bebas dari PMK, tutupnya./brl.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *