MARGOPOST.COM | Bantul – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta agar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian ditingkatkan.
Sejalan dengan hal tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bahwa pelaku usaha tani yang rajin mengadopsi inovasi teknologi akan berkembang lebih maju dan modern dibandingkan pelaku usaha tani yang tidak mengadopsi teknologi.
“Inovasi bisa kita hadirkan dengan rajin mencoba. Kita bisa mencari tahu manfaat atau dampak dari satu hal karena sering mencoba. Petani pun harus rajin mencoba untuk mendapatkan inovasi yang dibutuhkan,” tegas Dedi
Salah satu upaya penguatan SDM pertanian oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BBPSDMP) melalui unit pelaksana teknis Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dilakukan dengan Penumbuhan dan identifikasi kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S) di Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Kegiatan Penumbuhan dan Identifikasi P4S di Kabupaten Bantul dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2023, oleh tim BBPKH Cinagara. Awal kegiatan dengan melakukan kunjungan ke calon P4S Pasir Makmur yang telah diidentifikasi pada kegiatan sebelumnya. Calon P4S Pasir Makmur merupakan salah satu kelompok tani dengan ketua Bapak Sumarna telah merubah lahan pasir yang gersang menjadi lahan pertanian yang yang subur dengan berbagai jenis tanaman pertanian. Inilah yang melatar belakangi nama kelompok tani ” Pasir Makmur”.
Lahan pasir yang memiliki karakteristik tanah yang tidak dapat menahan air, tingkat kesuburan yang rendah merupakan tantangan yang dihadapi kelompok Pasir Makmur. Namun dengan semangat yang berkobar, usaha yang optimal dan sebuah keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan dalam mengelola padang pasir tersebut maka akhirnya Bapak Sumarna menemukan Inovasi Irigasi Kabut di lahan pasir Pantai Samas Bantul Yogyakarta. inovasi ini telah memecahkan permasalahan kelompok Pasir Makmur dan merubah lahan pasir menjadi lahan yang produktif yang menghasilkan berbagai jenis hasil pertanian.
Inovasi tersebut kemudian mulai berkembang dari waktu ke waktu dan sudah mulai diadopsi di beberapa daerah. Adopsi teknik irigasi kabut ini dilakukan untuk efisiensi dalam mengolah lahan pertanian terutama bagi jenis lahan yang sulit menahan air, seperti lahan pasir.
Keberhasilan yang luar biasa oleh Kelompok Pasir Makmur, yaitu berjuang diantara masalah dan kesulitan ini telah menjadi inspirasi kelompok tani lainnya disekitar Kelompok Tani Pasir Makmur. Bapak Sumarna sering memberikan motivasi untuk terus bertahan dan terus melangkah diantara masalah dan kesulitan yang menghadang. Salah satu kelompok Tani yang terinspirasi dr Kelompok Pasir Makmur adalah kelompok tani wanita Langen Sari yang di ketuai oleh Ibu Inti Rahayu. KWT Langen Sari bergerak pada komoditas olahan pertanian seperti bawang goreng, bakpia, abon ayam, abin sapi, peyek dan lain sebagainya. Kelompok Langen Sari dengan motivasi Bapak Sumarna terus bertahan dan hidup di masa pandemi Covid yang lalu. Kelompok ini direkomendasikan oleh Bapak Sumarna untuk diajulan sebagai calon penumbuhan P4S, selain Kelompok Tani Pasir Makmur.
“KWT Langen Sari merupakan salah satu kelompok tani yang layak untuk diajukan sebagai calon penumbuhan P4S di Kabupaten Bantul”, ungkap Bapak Sumarna.
“KWT ini masih terus bertahan dan hidup di masa pandemi Covid, kelompoknya aktif dan terus berkembang’ tutup Sumarna
“Kami akan data KWT Langen Sari sebagai calon penumbuhan P4S, selain Kelompok Pasir Makmur pada kegiatan Penumbuhan P4S kali ini” Ungkap Agus Triyanto (Tim kegiatan Penumbuhan P4S BBPKH Cinagara)





