MARGOPOST.COM | BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia global sektor peternakan melalui kerja sama internasional. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan pelatihan lanjutan peningkatan kompetensi bidang reproduksi yang bekerja sama dengan Milina Legacy Sdn Bhd Malaysia.
Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari dan ditutup Rabu (24/07/2025) ini merupakan kedua kalinya diselenggarakan setelah sukses pelatihan serupa ditahun sebelumnya. Sebanyak 21 peserta asal Malaysia dibekali pengetahuan dan keterampilan mendalam mengenai inseminasi buatan, manajemen reproduksi, deteksi birahi, serta penanganan gangguan reproduksi (gangrep) pada ternak.
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa pihaknya Kementan memiliki komitmen kuat dalam memperkuat diplomasi pertanian di kancah global. Salah satu wujud nyatanya adalah dengan terus membuka pintu bagi peserta dari negara-negara sahabat untuk mengikuti berbagai pelatihan di bidang pertanian di Indonesia.
“Kami percaya, melalui pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas SDM ini, kita tidak hanya berkontribusi pada kemajuan pertanian di negara-negara mitra, tetapi juga mempererat hubungan bilateral dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan,” ujar Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti secara konsisten menekankan peran vital BPPSDMP dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul dan profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ini adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian di masa depan.
Kepala BBPKH Cinagara, I Gede Made Kuswandana, menekankan pentingnya penguasaan teknologi reproduksi untuk meningkatkan produktivitas ternak dan mendukung kedaulatan pangan nasional.
“Peningkatan kompetensi SDM di bidang reproduksi ternak adalah kunci untuk mencapai target populasi dan produksi yang kita harapkan. Kerja sama dengan Milina Legacy Sdn Bhd Malaysia ini menjadi bukti komitmen kami dalam mengadopsi praktik terbaik dan berbagi pengalaman internasional,” ujar Made.
Para peserta mendapatkan materi komprehensif, baik secara teori maupun praktik, yang disampaikan oleh instruktur ahli dari BBPKH Cinagara dan praktisi berpengalaman lewat kerja sama dengan pihak peternakan swasta yang berada di Cianjur. Diharapkan setelah pelatihan ini, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di lapangan, sehingga mampu mengatasi tantangan reproduksi ternak dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi serta produktivitas usaha peternakan.
Wilmy Rahmah Wirondas, Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan menyebutkan para peserta asal Malaysia diberikan kesempatan untuk dapat melakukan praktik secara langsung di PT Widodo Makmur Prima pada 50 ekor sapi betina Brahman cross untuk memahirkan keterampilan mereka.
“Sebanyak 21 peserta sudah melakukan palpasi perektal sebanyak 50 sampai 60 kali dan melakukan teknik inseminasi dengan kurang dari lima menit sesuai dengan standar kompetensi, dengan posisi cincin serviks keempat. Dengan demikian semua peserta sudah bisa dikatakan sukses dan mahir,” tutup Wilmy.






