Kementan Pacu Pemanfaatan Bantuan Pompa Air Di Kabupaten Kuningan

MARGOPOST.COM | KUNINGAN – Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan indeks pertanaman melalui pompanisasi. Salah satunya dengan memperkuat perluasan areal tanam (PAT) padi melalui pompanisasi di lahan-lahan pertanian khususnya di Kabupaten Kuningan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku bangga melihat kekompakan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan juga semua komponen yang terlibat dalam program Brigade Alsintan.

Mentan Amran mengatakan, pompanisasi dapat mempercepat proses tanam sehingga produksi beras nasional ikut terdongkrak naik. Beliau juga optimistis program pompanisasi bisa memacu aktivitas tanam di musim kedua tahun ini agar berjalan lebih cepat dan maksimal.

“Pompanisasi ini kita fokuskan di Pulau Jawa, semua kawasan sentra produksi dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Hari ini kita pompa airnya, diolah lahannya dan lusa sudah bisa tanam,” kata Amran.

Diharapkan dengan gerakan pompanisasi dapat meningkatkan produksi beras nasional secara signifikan. Maka dari itu, Mentan Amran pun menargetkan pompanisasi bisa memberikan tambahan minimal 1,2 juta ton beras.

Senada dengan pernyataan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) , Dedi Nursyamsi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bahu membahu mengatasi krisis pangan global yang terjadi karena adanya peperangan dan El-Nino yang terjadi sejak 2023.

“Gara-gara El Nino ini stok beras turun signifikan, padahal di tahun-tahun dulu kita bisa menghasilkan 32,5 juta ton, tahun ini hanya 30 juta ton beras. Sementara jumlah manusia yang makan semakin meningkat, hampir 4 juta tiap tahunnya”, terangnya.

Dedi menyebut salah satu strategi peningkatan produksi pertanian adalah gerakan pompanisasi, yakni penggunaan pompa air untuk mengoptimalkan irigasi dan pengairan lahan pertanian, sehingga menghasilkan panen dan produktivitas yang tinggi.

Tim Satgas Pangan BBPKH Cinagara melakukan pengawalan dan monitoring pemanfaatan bantuan pompa air di dua wilayah Kabupaten Kuningan bersama Kepala Pusat Pustaka dan Literasi Kementan, Jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Kodim 0615 Kabupaten Kuningan, Kamis (31/05/2024).

Agenda kegiatan yang dilaksanakan antara lain koordinasi dan diskusi bersama Sekretaris Dinas PKP, Kabid Tanaman Pangan, dan Kepala Bagian Umum BBPKH Cinagara terkait progres PAT pompanisasi dan distribusi pompa bantuan Kementan di Kabupaten Kuningan. Selain itu kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan di lapangan untuk melihat pemasangan dan pemanfaatan pompa di Desa Kananga Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan.

Pompa yang telah terpasang mengambil sumber air dari Sungai Cisanggarung untuk mengairi hampir 30 Ha lahan sawah tadah hujan. Kapustaka bersama Sekdis PKP Kabupaten Kuningan berdikusi dilokasi dengan Kuwu Desa Kananga, Ketua Kelompok Tani setempat mengenai penerapan pompanisasi.

Lokasi peninjauan kedua yaitu di Desa Cileuya Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan telah terpasang 1 unit pompa dengan peran anggota KODIM 0615 Kabupaten Kuningan. Luasan sawah di Desa Cileuya hampir 182 HA. Bantuan 2 buah pompa baru ukuran 6 inch untuk 2 kelompok tani pada saat ini digunakan untuk mengairi lahan sawah tadah hujan hampir 40 HA.

Kapustaka mendapatkan penjelasan dari Kepala Desa Cileuya dan salah satu anggota KODIM 0615 Kuningan mengenai kondisi lahan setelah mendapatkan bantuan pompa dari Kementan. Dengan termanfaatkannya bantuan pompa dari Kementan diharapkan akan meningkatkan PAT dan IP, sehingga darurat pangan dapat diatasi melalui gerakan pompanisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *