Kementan Siapkan Inseminator Handal di Seluruh Indonesia

MARGOPOST.COM | LEMBANG — Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Inseminasi Buatan (IB) yang merupakan hasil kerja sama dengan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang.

Dalam kerja sama ini, BBPKH Cinagara bertindak sebagai penjamin mutu pelatihan, memastikan seluruh proses pembelajaran dan praktik lapangan berjalan sesuai standar kompetensi yang berlaku di bidang reproduksi ternak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam arahannya menegaskan bahwa peningkatan populasi dan produktivitas ternak tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan tenaga inseminator yang kompeten.

“Inseminasi buatan merupakan teknologi reproduksi yang strategis dalam meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak. Karena itu, pelatihan bagi calon inseminator menjadi sangat penting untuk memastikan kualitas pelayanan reproduksi di lapangan,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga pelatihan dan unit pelaksana teknis lainnya merupakan contoh nyata implementasi One Agency, One Program dalam peningkatan SDM pertanian.

“Kerja sama antara BBPKH Cinagara dan BIB Lembang ini menjadi model ideal dalam pelatihan teknis berbasis kompetensi. Harapannya, para peserta mampu menjadi tenaga inseminator yang terampil dan siap terjun langsung melayani masyarakat,” ungkap Idha Widi Arsanti.

Pelatihan dibuka secara resmi pada Selasa (14/10/2025) oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, serta turut dihadiri oleh Kapoksi Penyelenggaraan Pelatihan BBPKH Cinagara.
Dalam sambutannya, Inneke menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara BBPKH Cinagara dan BIB Lembang dalam membangun SDM pertanian yang unggul dan profesional di bidang peternakan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Melalui pelatihan inseminasi buatan, kita tidak hanya memperkuat kemampuan teknis para calon inseminator, tetapi juga membangun kemandirian peternak dalam meningkatkan produktivitas ternak. BBPKH Cinagara berkomitmen untuk memastikan pelatihan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan,” ujar Inneke.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 29 peserta yang berasal dari berbagai provinsi, yaitu Aceh (1), Daerah Istimewa Yogyakarta (2), Jambi (1), Jawa Barat (2), Jawa Tengah (4), Jawa Timur (5), Lampung (7), Nusa Tenggara Barat (2), Riau (1), dan Sumatera Utara (4). Keberagaman asal peserta ini menunjukkan luasnya jangkauan pelatihan serta antusiasme daerah dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang inseminasi buatan.

Pelatihan Inseminasi Buatan bagi calon inseminator ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian peserta dalam melakukan pelayanan reproduksi ternak melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan.

Materi pelatihan meliputi anatomi dan fisiologi reproduksi, manajemen reproduksi, teknik penampungan dan pengolahan semen, teknik pelaksanaan inseminasi buatan, hingga penanganan gangguan reproduksi pada ternak.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BBPKH Cinagara kembali menunjukkan komitmennya sebagai pusat pelatihan unggulan di bidang kesehatan dan reproduksi hewan, dalam mendukung terwujudnya pertanian maju, mandiri, dan modern melalui peningkatan kapasitas SDM yang profesional dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *