MARGOPOST.COM | Bogor – Wirausaha di bidang pertanian berperan penting untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan. Peningkatan jumlah wirausaha di bidang pertanian merupakan salah satu upaya pemulihan ekonomi Indonesia. Dorongan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dapat berasal dari lingkungan pergaulan teman, famili, sahabat, karena mereka dapat berdiskusi tentang ide wirausaha, masalah yang dihadapi dan cara-cara mengatasinya. Sehingga mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukan cara berfikir lamban dan malas.
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH., M.Si. MH. dalam sebuah kesempatan menuturkan ”Pertanian adalah sektor yang menjanjikan, bagaikan emas 100 karat yang bila ditekuni dan ada sentuhan teknologi maka pertanian akan menghasilkan keuntungan berlipat,” tutur Mentan.
Sejalan dengan Menteri Pertanian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, (BPPSDMP), Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr., menyampaikan, “tugas kita adalah mencari, mencetak, dan menghasilkan wirausaha yang profesional, mandiri dan berdaya saing, serta berjiwa enterpreneur yang tinggi. Itu pentingnya kita melakukan pelatihan wirausaha pertanian,” jelas Dedi.
Dalam rangka membekali keterampilan menjelang masa purna bakti, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerjasama dengan Aspers TNI menggelar Pelatihan Pembekalan Keterampilan Wirausaha Terpadu Gelombang I. Pelatihan dilaksanakan di BBPKH Cinagara pada tanggal 28 Agustus sampai dengan 13 September 2023 yang diikuti oleh 29 orang peserta Prajurit dan PNS lingkup TNI. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala BPPSDMP, Kepala Pusat pelatihan Pertanian, Waaspers Panglima TNI beserta para Paban Spers TNI, Kepala BBPKH Cinagara beserta unsur Pimpinan dan Widyaiswara.
Dalam sambutannya Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. menyampaikan tujuan pelatihan untuk memberikan semangat dalam mempersiapkan rencana jangka panjang TNI dalam memasuki masa purna bakti, mengembangkan kebiasaan baru menumbuhkan minat berwirausaha untuk menjadi wirausahawan mandiri serta mendukung peningkatan nilai tambah dan pendapatan.
Kepala Aspers Pangliman TNI berpesan melalui Waaspers Panglima TNI Birigadir Jenderal Taufiq Hanafi bahwa Pelatihan BEKTRAM sebagai bentuk pemerataan kesejahteraan untuk meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya guna, khususnya bagi prajurit dan PNS TNI yang mempunyai bakat di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan untuk tetap produktid setelah purna tugas setelah sekian lama mengabdi kepada negara. Selain itu diharapkan berbekal ilmu dan keterampilan yang dimiliki, dalam memasuki masa purna bakti dapat membuka lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar sehingga bermanfaat dan berdaya guna.
Sementara itu Kepala BPPSDMP memberikan arahan bahwa “TNI dan Kementan sudah sejak lama menjalin kerjasama dalam berbagai kegiatan. Oleh karena itu TNI sudah tidak diragukan mensupport habis dalam pembangunan pertanian karena Pembangunan Pertanian adalah Pembangunan untuk Rakyat,” kata Dedi.
Dedi Nusryamsi menambahkan “Kementerian Pertanian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI yang selalu hadir membantu membangun pertanian kita, sehingga pembangunan pertanian kita akan terasa sangat lancar kalau bersama-sama membangun dengan TNI. Tidak ada kata tidak dan tidak ada kata pensiun bagi TNI dalam membangun bersama rakyat, sampai kapanpun dimanapun TNI akan mengabdi kepada bangsa dan negara. Selamat berlatih, bekali diri dengan ilmu yang bermanfaat dan terus bersama membangun negeri,” imbuhnya seraya membuka kegiatan Pelatihan Pembekalan Keterampilan Wirausaha Terpadu Gelombang I secara resmi. [Humas BBPKH, 28/08/2023].











