MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si,MH mengatakan, pihaknya tak hanya mengerahkan tim lapangan dan menyediakan obat-obatan untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ratusan ternak. Pihak Kementerian Pertanian juga melakukan langkah-langkah pencegahan seperti lockdown wilayah atau kandang, tracing, hingga meneliti dan menghasilkan vaksin PMK. Syahrul berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah dapat secara optimal menekan penyebaran PMK di sejumlah wilayah dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dr.Ir. Dedi Nursyamsi,M.Agr menyatakan langkah darurat yang disiapkan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, salah satunya menetapkan lockdown. Selanjutnya dilakukan pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK, pemusnahan ternak yang positif PMK secara terbatas. Beberapa cara pencegahan PMK, diantaranya ialah mencegah kontak antara hewan peka dan virusnya, menghentikan produksi virusnya oleh hewan tertular. Meningkatkan resistensi hewan dengan pengebalan terhadap hewan peka melalui vaksinasi yang bersifat darurat dan vaksinasi yang bersifat umum. Selanjutnya, lakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan, melakukan edukasi kepada peternak terkait standar operasional prosedur (SOP) pengendalian dan pencegahan penyakit mulut dan kuku, menyiapkan vaksin PMK. Berkaitan dengan hal tersebut diatas Dinas Pertanian melalui Kantor Kecamatan Pancoran Mas bekerjasama dengan BBPKH Cinagara melalui Pelatihan Penyembelihan hewan Qurban.
Pelatihan di laksanakan selama enam hari yang setiap harinya beeasal dari berbagai kecamatan dan kelurahan yang ada di kota depok.peserta berjumlah 60 orang setiap harinya jadi total peserta yang dilatih adalah 360 orang. mereka berasal dari Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Kelurahan Depok.Kegiatan ini dilaksanakan karena maraknya penyakit pmk yang sedang mewabah.mereka ingin mengetahui jenis dan ras ternaj qurban serta syarat syah ternak qurban.cara penyembelihan ternak.pemeriksaan fisik.dan post mortem ternak penderita pmk.penanganan daging.jeroan dan pengemasan (PMK) ,dan Sanitasi Desinfeksi dan disposal(PMK) di area pemotongan. pembukaan Pelatihan di hadiri oleh Camat Pancoran bapak Syaiful Hidayat, S.Pd,M.Si .Dinas Pertanian kota Depok drh Fety Dinya N,S sebagai Koordinator kesehatan hewan dan kesehatan Masyarakat Veteriner. .Sekretaris Dinas. dan pengurus MUI kota Depok.Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena mereka ingin daging yang di hasilkan sehat dan aman. BBPKH dalam hal ini diminta untuk menjadi narasumber pada kegiatan ini. . Pelatihan ini di laksanakan dari tanggal 21,22,23 dan 27.28.29 juni 2022 selama 6 hari. Ujar Wilmy Rahmah W.,S.Pt,MP Widyaiswara Ahli Madya Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor.





