MARGOPOST.COM | BONTANG – Dalam upaya memenuhi produk asal hewan yang halal menuju Bontang Halal 2026, Baznas Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal Unggas pada tanggal 18-22 November 2024 di Grand Mutiara Hotel Kota Bontang.
Kegiatan Pelatihan merupakan kerjasama Baznas Kota Bontang, DKP3 Kota Bondang dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor, Kementerian Pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan kehalalan produk hewan ini merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menjamin ketenteraman umat, khususnya masyarakat muslim di Indonesia.
“Kementerian Pertanian berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap produk hewan yang beredar memenuhi standar halal, baik dari proses pemeliharaan, penyembelihan, hingga distribusi,” ujar Amran.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengungkapkan pihaknya akan terus mendorong pelatihan dan sertifikasi bagi para Juleha agar mereka memiliki kompetensi dan kredibilitas yang tinggi.
“Sebagai bagian dari mandat kami di Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian melalui program pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan,” ujar Santi.
Kegiatan Pelatihan dibuka pada Senin (18/11/2024) oleh Staf Ahli SDM Walikota Bontang, Asdar Ibrahim, didampingi oleh Ketua Baznas Kota Bontang KH. Kuba Suga, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor yang diwakili oleh Apandi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan yang di wakili oleh Kabid. Peternakan dan Kesehatan Hewan Jois, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Keagamaan, Majelis Ulama Indonesia Kota Batang, Ketua Asosiasi Juleha Kota Bontang, dan Narasumber BBPKH Cinagara.
Pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini diikuti oleh 30 orang peserta dengan laytar belakang berbeda (pedagang/ penjual ayam, asosiasi Juru sembelih, perwakilan majelis ta’lim dan mesjid). Peserta adalah pelaku penyembelihan yang sudah berpengalaman, sehingga pelaksanaan pelatihan hanya 2 hari, tanggal 18-19 November 2024. Selanjutnya Pelaksanasn sertifikasi kompetensi pada tanggal 20-22 November 2024.
Dalam sambutannya, Asdar menyampaikan harapannya agar pelatihan ini mampu melahirkan sumber daya manusia yang mumpuni dan profesional di bidang penyembelihan halal. Ia menekankan pentingnya jaminan kehalalan daging yang dikonsumsi masyarakat, sekaligus menghilangkan keraguan akan proses penyembelihan.
“Pemerintah Kota Bontang tidak akan berhenti mendorong kegiatan positif seperti ini. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal yang baik dan perlu ditingkatkan ke level yang lebih tinggi,” ujar Asdar.
Ketua Baznas Kota Bontang, H. Kuba Suga, melaporkan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini diikuti oleh 30 peserta . “Para peserta akan mendapatkan pengetahuan baru, mulai dari teori hingga praktik langsung, untuk memperkuat profesionalitas mereka sebagai juru sembelih halal,” jelasnya.
Baznas menghadirkan tiga pemateri berpengalaman, yakni drh. Dwi Windiana, drh. Heris Kustiningsih, dan Yudi Subandi dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor. Materi pelatihan mencakup teori penyembelihan yang sesuai syariat hingga praktik langsung untuk memastikan standar kehalalan terpenuhi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung jaminan halal bagi produk unggas di Bontang dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap daging yang dikonsumsi.







