Maksimalkan Produksi Padi Kabupaten Sumedang, Kementan Cetak 23 Ha Sawah Baru

MARGOPOST.COM | SUMEDANG – Untuk menanggulangi dan mengantisispasi dampak perubahan iklim yang tidak menentu dan kemarau yang berkepanjangan selain pompanisasi dan PAT kementerian Pertanian juga tengah menjalankan program cetak sawah baru, sebagai strategi meningkatkan produksi beras nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sawah yang akan dicetak baru itu dari lahan rawa mineral dan lahan biasa. Amran menyebut langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan produksi di tengah masalah perubahan iklim, seperti El Nino yang menyebabkan kekeringan.

“Ada perubahan yang luar biasa, sehingga pemerintah bertekad untuk mencetak lahan sawah baru seluas 1 juta Ha,” ucapnya.

Amran juga menyebutkan karena saat ini tengah mengalami darurat pangan yang tidak lagi bisa kita tunda. “Kita harus bergerak cepat karena ini darurat pangan, pangan tidak bisa ditunda, ini sangat krusial dan sangat mendesak,” terangnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti juga menyebutkan Penambahan Areal Tanam (PAT) dengan mencetak sawah baru ini menjadi solusi cepat dalam mitigasi kekeringan akibat El Nino.

Selain dari dampak kekeringan, cetak sawah baru ini juga diinisiasi karena banyaknya alih fungsi lahan produktif yang tak terkendali sehingga menggerus lahan-lahan sawah potensial yang ada, dengan demikian tim satgas darurat pangan BBPKH Cinagara terus mengawal program-program Kementerian Pertanian dalam mendongkrak produksi pertanian sehingga mampu mencapai swasembada pangan.

Kali ini tim BBPKH Cinagara mengawal program gerakan cetak sawah baru di Desa Marongge, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Rabu (11/09).

Tedy Cahyo Sulistiyo Widodo mengungkapkan program cetak sawah baru ini nantinya akan digarap oleh kelompok binaan UPTD Tomo Kabupaten Sumedang dengan luasan 23 Ha dan untuk pengairannya akan dilimpahkan ke Brigade Provinsi Jawa Barat.

“Cetak sawah baru ini nantinya akan dilimpahkan dan digarap oleh kelompok binaan UPTD Kecamatan Tomo, dan untuk pengairan 23 Ha tersebut nantinya akan mendapatkan bantuan perpompaan dari Brigade Provinsi Jawa Barat,” ujar Tedy.

“Dengan adanya penambahan areal sawah baru ini, diharapkan mampu meningkatkan dengan signifikan produksi padi di Kabupaten Sumedang dan menjadi penyokong penyediaan pangan nasional,” pungkas Tedy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *