MARGOPOST.COM | Yogyakarta – Pelatihan diselenggarakan tanggal 10-16 Oktober 2018 di Balai Pelatihan Kesehatan Yogyakarta. Tujuan pelatihan, meningkatkan kompetensi petugas lapangan dalam penanganan dan pengendalian KLB/ wabah dengan pendekatan one health. Peserta berjumlah 30 orang dokter, fungsional epidemiologi, dokter hewan dan paramedis dari 5 Kabupaten/ Kota se Yogyakarta.
”Seluruh peserta dibekali dengan materi mengenai One Health, Investigasi Outbreak, One Health SMART, KLB/ Wabah. Selain Materi peserta melakukan praktek investigasi terpadu dengan pendekatan One Health di Kulonprogo Yogyakarta,” menurut Kepala BBPKH, drh. Wisnu Wasisa Putra, MP, Minggu (14/10/2018).
“Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sebagai balai pelatihan berkolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto dalam mendukung terlaksanakannya pelatihan ini. BBPKH Cinagara mengirinkan Widyaiswaranya untuk mengirimkan widyaiswara untuk menyampaikan materi Kolaborasi Lintas Sektor OH- SMART. Ke depan akan semakin banyak peran BBPKH Cinagara dalam pelatihan tersebut,” ujar Wisnu.

“Kolaborasi lintas sektoral sangat penting dalam penanganan dan pengendalian KLB/ wabah. Yogyakarta di pilih menjadi tempat pelatihan karena baru baru ini terjadi wabah antrak di Kulonprogo,” menurut dr. Tri Nugroho, MQIH Kepala BBPK Ciloto.
“Kami berterima kasih Kulonprogo dipilih untuk menjadi tempat praktek pelatihan. Kami berharap selain petugas-petugas kami semakin memahami dan terampil dalam penanganan dan pengendalian KLB/ wabah kami juga berharap peserta yang praktek melakukan investigasi terpadu ini juga menemukan sumber wabah yang belum kami temukan,” ujar dr. Teresia Baning Kapala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, kolaborasi lintas sektor sangat penting apalagi kami adalah petugas2 dilapangan sebagai garda terdepan dalam penanganan dan pengendalin KLB/wabah di Yogyakarta,” tutup drh. Suhiriyanto Poskeswan Bantul.





