MARGOPOST.COM | Bogor – Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah pendampingan pada Upaya khusus (upsus) Padi Jagung Kedelai (pajale) yang BBPKH sebagai Penanggung Jawab Supervisi akan capaian target produksi pada komoditas Pajale tersebut. Selain padi, Jagung adalah komoditas strategis yang merupakan program khusus untuk mencapai swasembada atau dapat terpenuhinya kebutuhan.
Di kabupaten Demak kecamatan Mranggen merupakan salah satu dari tiga kecamatan sentra produksi jagung, dengan luas lahan jagung 3,187 ha dan provitas rerata 7,984 (8 ton) dibulatkan setara dengan 25.455 ton dan khusus Desa Taman Sari yang saat ini kita panen seluas 149 ha atau 1.190 ton produksinya. Pada kegiatan Panen di kelompok Tani Sido Makmur dengan ketua kelompok Eko Budi menyampaikan panen Masa Tanam (MT) 1 saat ini hasil cukup bagus sesuai cuaca akan karakteristik tanaman Jagung, adapun untuk harga pada satu dua minggu kebelakang harganya masih bagus berkisar Rp 4.500 per kilogram nya, pada saat yang sisa panen tinggal 10 % dari luas lahan jagung kisaran harga jagung di Rp. 3.800. Ujara Kepala BBPKH Cinagara.
Pada saat panen MT 1 pada tanggal 21 Februari 2019 ini turut Hadir Jajaran Aparatur Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Demak, yaitu Kepala Bidang Tanaman Pangan, dan Jajarannya, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogya Magelang, BPTP Prov. Jateng, Perwakilan Kodim Demak dan BBPKH Cinagara sebagai PJ Upsus wilayah Demak.
Harapan Petani yang di sampaikan oleh ketua Poktan Sido Makmur adalah stabilitas harga sehingga dimana pemerintah harus bijak dalam tata niaga komoditas Jagung. Tutup Wisnu.
Pendampingan BBPKH Cinagara pada UPSUS PAJALE Untuk Capai Swasembada Jagung





