MARGOPOST.COM | BOGOR – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang peternakan dan kesehatan hewan.
BBPKH Cinagara secara resmi membuka Pelatihan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) yang merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Senin (01/09/2025),
Pelatihan ini memiliki peran penting dalam menjamin pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Di Tengah ancaman penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui panga nasal hewan, terutama jika tidak melalui pemeriksaan dan penanganan yang tepat dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap mutu dan keamanan pangan di era globalisasi.
Sebanyak 10 orang peserta mengikuti kegiatan ini, yang terbagi ke dalam dua fokus utama. Delapan orang peserta mendalami kompetensi sebagai keurmaster, yakni tenaga yang bertugas melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem sehingga hanya hewan yang benar-benar layak konsumsi yang dapat dipotong.
Sementara itu, dua orang peserta fokus pada peran juru sembelih halal (Juleha), yang tidak hanya memastikan proses penyembelihan sesuai syariat Islam, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan hewan. Dengan begitu, daging yang dihasilkan dapat memenuhi standar pangan yang ASUH.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya penguatan kompetensi SDM di bidang Kesmavet.
“Ketersediaan pangan asal hewan yang ASUH merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus mendorong pelatihan tenaga fungsional dibidang Kesehatan hewan ataupun Masyarakat veteriner agar standar keamanan pangan nasional semakin terjaga. Kita ingin produk hewan Indonesia memiliki kualitas yang diakui, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di pasar global,” tegas Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pelatihan ini sejalan dengan misi peningkatan kualitas SDM pertanian.
“Tenaga kompeten di bidang Kesmavet memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami ingin peserta yang telah mengikuti pelatihan mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata di lapangan, sehingga masyarakat mendapatkan jaminan pangan hewani yang aman, sehat, utuh, dan halal,” jelas Santi.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawati, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata Kementerian Pertanian melalui BBPKH Cinagara untuk menjawab kebutuhan SDM yang kompeten di bidang Kesmavet khususnya Juru Sembelih Halal dan Keurmaster.
“Pelatihan ini bukan hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga wujud tanggung jawab kita dalam memastikan ketersediaan pangan asal hewan yang berkualitas, aman, dan sesuai tuntutan masyarakat. Keurmaster dan juru sembelih halal adalah garda terdepan dalam mewujudkan pangan yang ASUH sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap produk asal hewan,” ujar Inneke.
“Pelatihan keurmaster ini sangat berperan terhadap pemilihan hewan-hewan nanti yang akan di sembelih apakah kondisinya sehat dan layak untuk dikonsumsi. Melalui pemeriksaan ini, hewan yang tidak layak atau terkontaminasi kontaminasi hal-hal yang membahayakan nantinya dapat terkendali. Ditambah dengan juru sembelihnya yang benar-benar menerapkan sesuai syariat islam sehingga akan menjadi sesuatu yang berkesinambungan membangun pangan yang ASUH,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan BBPKH Cinagara, pejabat fungsional widyaiswara, serta Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Yohana Wonar. Yohana dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan BBPKH Cinagara.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut, sehingga SDM di Kabupaten Biak Numfor semakin siap menghadapi tantangan dan mampu memberikan jaminan produk peternakan yang berkualitas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di daerah masing-masing, serta menjadi agen perubahan dalam meningkatkan keamanan dan mutu pangan asal hewan di Papua.







