MARGOPOST.COM | Bogor – Santri Tani Milenial adalah pemuda yang berumur 19 sampai dengan 39 tahun, atau yang mempunyai jiwa milenial. Mulai tanggal 24 – 26 Januari 2019 sebanyak 120 orang santri tani milenial mengikuti Pelatihan Pertanian Santri Tani Milenial.
“Peserta dibagi menjadi 3 kelompok/kelas, dengan rincian 60 orang mengikuti pelatihan alsintan, 30 orang mengikuti pelatihan peternakan unggas, dan 30 orang mengikuti pelatihan peternakan ruminansia, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat,” menurut Widyaiswara BBPKH, Dayat Hermawan, S.Pt, M.Si., Kamis (24/01/2019).
Pelaksanaan pelatihan pertanian ini dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementrian Pertanian, dan dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, UPT BPPSDMP Kementan, serta tim widyaiswara/pengajar.
“Peserta berasal dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) pondok pesantren di wilayah Priangan Timur, antara lain dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran,” kata Dayat.
Materi pelatihan alsintan meliputi mengoperasikan dan merawat alat mesin pertanian (alsintan) terutama traktor roda 2 (TR2). Materi pelatihan peternakan membahas tentang bibit, pakan, kandang, pemeliharaan, pengendalian penyakit, dan manajemen reproduksi. Penyampaian materi pelatihan dilaksanakan memakai pola 30% teori dan 70% praktek, dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktek.
“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini memikat minat para pemuda di dunia pertanian terutama pemuda – pemuda di pondok pesantren agar nantinya setelah selasai, menjadi wirausahawan muda pertanian untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan Dunia,” tutupnya.





