MARGOPOST.COM | CIANJUR – Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara memperkuat komitmennya dalam peningkatan SDM peternakan lewat kolaborasi strategis dengan sektor swasta.
Kali ini, peserta pelatihan reproduksi ternak dari Malaysia berkesempatan mengasah keterampilan langsung di lapangan selama empat hari, Minggu (20/07/2025) hingga Rabu (23/07/2025), di PT Widodo Makmur Perkasa Farm, peternakan sapi terbesar di Kabupaten Cianjur.
Sebelumnya, sebanyak 21 peserta dari Milina Legaci Sdn Bhd Malaysia telah menerima materi teori dan praktik dasar di BBPKH Cinagara. Kini mereka turun langsung menangani inseminasi buatan, manajemen reproduksi, deteksi birahi, dan penanganan gangguan reproduksi (gangrep) pada berbagai jenis sapi.
“Praktik lapangan seperti ini sangat penting. Peserta tak hanya memahami teori, tapi juga bisa menghadapi tantangan nyata di lapangan. Dengan keragaman sapi di sini, pengalaman mereka makin lengkap,” ujar Kepala BBPKH Cinagara, I Gusti Made Ngurah Kuswandana.
Sebelumnya, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah, juga meninjau langsung praktik peserta pada Jumat (18/07/2025). Ia menekankan pentingnya pelatihan berbasis standar dan keseimbangan antara teori dan praktik.
“Harapannya, peserta mampu melakukan penanganan reproduksi ternak secara mahir dari palpasi hingga inseminasi buatan agar satu kali inseminasi bisa langsung berhasil, mengurangi kerugian peternak,” ujar Munifah.
Ia menambahkan, jika inseminasi gagal, peternak harus menanggung biaya tambahan untuk pakan sambil menunggu estrus berikutnya, yang bisa memakan waktu hingga 21 hari.
Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya inovasi dan praktik terbaik disektor peternakan.
“Kerja sama dengan pihak swasta seperti ini kami dukung penuh. Pelatihan bukan hanya di atas kertas, tapi langsung diterapkan di lapangan, mencetak praktisi handal,” ujarnya.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, turut menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM dibidang reproduksi ternak adalah prioritas utama BPPSDMP.
“Kami pastikan peserta tidak hanya paham teori, tapi juga memiliki pengalaman praktik cukup. Pengalaman langsung di peternakan besar sangat berharga untuk meningkatkan akurasi deteksi birahi, efektivitas inseminasi, dan penanganan gangrep,” jelasnya.
Kolaborasi ini diharapkan melahirkan tenaga ahli reproduksi ternak yang tidak hanya mumpuni secara teori, tapi juga terampil di lapangan. Pengalaman nyata di PT Widodo Makmur Perkasa menjadi bekal berharga bagi peserta untuk berkontribusi pada peningkatan produktivitas ternak, baik di Malaysia maupun di negara asal masing-masing.








