MARGOPOST.COM | CINAGARA – Sebanyak 30 prajurit dan PNS TNI yang akan memasuki masa purna tugas mengikuti Pelatihan Pembekalan Keterampilan Kewirausahaan (Bektram) di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. Pelatihan berlangsung selama 20 hari, mulai 30 Juni hingga 20 Juli 2025.
Bektram merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas SDM. Program ini ditujukan bagi prajurit dan PNS TNI yang berminat di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, agar memiliki keterampilan wirausaha yang kuat.
Tak hanya keterampilan teknis, pelatihan ini juga memotivasi peserta untuk tetap produktif setelah pensiun. Diharapkan mereka siap menghadapi babak baru sebagai wirausahawan mandiri dan berdaya.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan komitmen Kementan dalam mendukung tumbuhnya wirausahawan pertanian.
“Kita dukung penumbuhan wirausaha di bidang pertanian. Jika perlu, kita bangun dan tingkatkan kembali inkubasi agribisnis agar bisa menampung wirausahawan potensial,” ujar Mentan Amran.
Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa sektor pertanian masih menyimpan potensi besar.
“Pengembangan agribisnis berbasis klaster komoditas masih sangat memungkinkan untuk terus digeluti dan dikembangkan,” ujarnya.
Pelatihan ini merupakan kerja sama BBPKH Cinagara dengan Aspers TNI, dan dibuka secara resmi oleh Paban V Aspers TNI, Kolonel Laut (P) Agus Lukman, Senin (30/06). Dalam sambutannya, Agus berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal.
Peserta diimbau untuk fokus, tekun, dan aktif dalam pelatihan serta praktik lapangan, agar dapat menyerap seluruh ilmu dari para instruktur.
Kepala BBPKH Cinagara, I Gusti Made Ngurah Kuswandana, mengapresiasi antusiasme peserta dan mendorong mereka untuk aktif bertanya selama pelatihan.
Selama 20 hari, peserta akan menerima materi lengkap tentang kewirausahaanmulai dari perencanaan bisnis, manajemen usaha, hingga strategi pemasarandi sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Mereka juga akan praktik langsung dan berdiskusi dengan para ahli.
Dengan bekal ini, para purnawirawan diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat.







