MARGOPOST.COM | Bogor – Di dunia perunggasan khususnya puyuh, beberapa peternak mulai kewalahan akibat wabah covid-19. Dimana harga telur maupun karkas menurun drastis, tetapi di BBPKH Cinagara punya rahasia lain dalam menghadapi covid-19. Mau tau rahasianya? Ini rahasianya yaitu dengan memanfaatkan ramuan herbal untuk mengurangi penggunaan suplemen atau obat-obatan pabrik seperti vaksin dengan alasan bisa dibuat sendiri dengan harga yang relatif murah. Alasan lain, pemberian suplemen, vaksin dan obat-obatan pabrik yang berlebihan pada puyuh dikhawatirkan akan mengakibatkan resistensi dan menimbulkan residu pada produk daging atau telur yang dihasilkan, sehingga berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu lama.
Di sisi lain, tanpa pemberian suplemen atau obat dalam pemeliharaan ayam akan timbul suatu masalah yang cukup serius, yaitu terjadi penurunan produksi atau bahkan kematian. Ujung-ujungnya peternak akan mengalami kerugian ekonomi. Untuk itu, sebagian peternak memilih ramuan herbal untuk ternak puyuh.
Ramuan herbal yang sebagian besar berasal dari ekstrak tanaman, selama ini diketahui memiliki berbagai nutrisi dan senyawa kimia (zat bioaktif) yang telah diketahui berkhasiat dan mampu berfungsi sebagai suplemen, antibakteri, antiparasit (cacing dan protozoa), maupun antiprotozoa. Penggunaan bahan herbal pun semakin luas.
Pemberian ramuan herbal yang umum dilakukan di kandang BBPKH dengan pemberian temulawak dan kunyit untuk meningkatkan nafsu makan ayam, jahe untuk meningkatkan stamina, daun sirih untuk antibakteri dan antiradang tutur dokter Lanni manager puyuh herbal di BBPKH Cinagara. Aplikasi pemberiannya dalam bentuk larutan yang dicampur dalam air minum. Hal ini terbukti mengurangi pemakaian vaksin untuk puyuh yang berada dikandang BBPKH Cinagara. Produksi telur yang dihasilkan juga mengalami peningkatan dan kandungan kolesterol yang terkandung didalam telur puyuh juga berkurang.
Puyuh herbal ini pun memiliki pasar tersendiri jadi kami tidak takut dengan adanya wabah covid-19 dan tetap menjaga kualitas telur puyuh kami agar telur-telur yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi, tutup lanni. (Lanni – 04/04/2020)
#PertanianmelawanCovid-19





