Sambut Idul Adha, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Juleha Secara Daring

MARGOPOST.COM | CINAGARA – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sukses menyelenggarakan kegiatan “Bertani On Cloud (BOC) Volume 307 secara daring Kamis, (05/06/2025).

Mengusung tema “Dari Tradisi ke Kompetensi: Mewujudkan Juleha Profesional”, dan disiarkan langsung dari BBPKH Cinagara berhasil menarik partisipan sebanyak 378 orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha ini merupakan inisiatif edukatif yang berfokus pada peningkatan kompetensi juru sembelih halal (juleha), khususnya dalam aspek kesejahteraan hewan (kesrawan) selama proses penyembelihan sesuai syariat Islam. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memastikan produk asal hewan yang dihasilkan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

BOC dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Dalam sambutannya, Santi menekankan pentingnya peran juleha profesional dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan hewani di Indonesia.

“Juru Sembelih Halal hadir sebagai penjaga garda terdepan dalam memastikan praktik penyembelihan sesuai syariat aman dan profesional. Seorang Juru Sembelih Halal tidak cukup hanya bisa menyembelih saja, namun juga ia harus paham syariat Islam, teknis dan anatomi, kesehatan dan kesejahteraan hewan serta tentunya dokumentasi dan audit halal,” jelas Santi.

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Mentan Andi Amran Sulaiman yang selalu menegaskan bahwa produk hewan yang beredar di masyarakat harus memenuhi standar ASUH. Komponen “Halal” di dalamnya sangat krusial, dan ini tidak bisa terlepas dari peran juru sembelih yang kompeten dalam menjalankan proses penyembelihan sesuai syariat Islam. Juru sembelih yang kompeten adalah garda terdepan dalam memastikan kehalalan produk.

BOC kali ini menghadirkan prkatisi juru sembelih hewan tersertifikasi yang merupakan purnawidya BBPKH Cinagara, Asep Sugandi. Dalam paparannya Asep menjelaskan berbagai aspek-aspek yang krusial dalam penyembelihan hewan, mulai dari prinsip-prinsip dasar kesejahteraan hewan dalam Islam, teknik penyembelihan yang efektif dan humanis, hingga penanganan pascapenyembelihan untuk menjaga kualitas daging.

Selain lewat teori Asep juga langsung mempraktikan prosesi penyembelihan hewan yang sesuai syariat guna memberikan pemahaman lebih mendalam kepada peserta.

“Proses penyembelihan ini sangat krusial dan menjadi titik kritis dalam menentukan kehalalan dan kualitas daging nantinya, jadi harus dilakukan dengan benar, sesuai syariat Islam dan prinsip kesejahteraan hewan, serta harus memperhatikan syarat-syarat kelayakan khususnya untuk hewan kurban seperti kesehatannya, umur, dan bebas dari cacat,” ungkap Asep.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan jumlah juleha profesional di Indonesia, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada penyediaan produk pangan asal hewan yang lebih berkualitas dan terjamin kehalalannya bagi nasyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *