MARGOPOST.COM | Mataram – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menyatakan peningkatan produktifitas pertanian dapat tercapai melalui peningkatan sumberdaya manusia pertanian. Salah satunya peningkatan SMP pertanian melalui sertifikasi.
“ Kualitas SDM pertanian selalu ditingkatkan, sebab pertanian harus terus berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Salah satu parameternya tentu melalui sertifikasi. Untuk itu, momentum Sertifikasi Penyuluh Pertanian harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Mentan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, menerangkan lebih lanjut mengenai hal itu. “Kementan memberikan perhatian besar kepada seluruh Penyuluh Pertanian. Untuk itu, persiapkan sertifikasi sebaik mungkin agar hasilnya positif. Sebab, sertifikasi juga menjadi bukti kompetensi dan kualitas SDM pertanian untuk menjawab tantangan ke depan,” ungkap Dedi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) bekerjasama dengan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan melaksanakan Sertifikasi Paramedik Veteriner dilakukan selama 3 hari pada tanggal 22 – 24 November 2022 bertempat di Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB yang diikuti oleh 42 orang petugas THL Dinas yang menangani fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Dengan materi sertifikasi sebanyak 17 Unit Kompetensi berdasarkan SKKNI.
Unjuk kerja observasi dan demontrasi dilaksanakan Kelompok Tani Ternak Beriuk Berajah Dusun Murbaya Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah NTB. Setiap peserta sertifikasi menunjukan kemampuan masing – masing dalam unjuk kerja pengambilan darah hewan dan pemeriksaan kesehatan hewan.
Penutupan sertifikasi paramedik dilaksanakan pada tanggal 24 November 2022 di Aula Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB yang dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara, Kepala Balai Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kepala Bagian Umum BBPKH, Pejabat Kordinator dan Subkordinator Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Perwakilan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan , Perwakilan LSP, Asesor Kompetensi, TUK BBPKH dan para peserta Asesmen.
Perwakilan peserta asesmen mengungkapkan harapan semoga asesmen ini menjadikan dasar untuk meningkatkan kinerja dan perbaikan – perbaikan dalam melaksanakan tugasnya.
Sertifikasi profesi bidang pertanian paramedik pengendalian penyakit hewan ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si pada tanggal 24November 2022. “ Peningkatan kualitas SDM sangat penting dalam menghadapi perubahan yang cepat dan dinamis Sertifikasi kompentensi merupakan salah satu jawaban dalam menghadapi perubahan yang terjadi khususnya dibidang paramedik veteriner ”’ ujarnya.





