MARGOPOST.COM | Globalisasi pasar kerja akan diwarnai oleh persaingan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja, di masa mendatang pasar kerja akan lebih menuntut pada bidang-bidang profesi dan kompetensi tertentu.
”Kompetensi Kerja mempunyai arti sebagai kemampuan kerja seseorang yang dapat terobservasi, serta mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja seseorang dalam menyelesaikan suatu fungsi dan tugas atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan pekerjaan yang ditetapkan,” ujar drh Euis Nia Setiawati, MP., Asesor BBPKH Cinagara, Senin (08/04/2019).
“Tugas dan fungsi petugas teknis reproduksi ternak ruminansia besar adalah pelayanan terpadu reproduksi ternak betina ruminansia besar dalam rangka mengamankan target produksi yang berkelanjutan. Berdasarkan tugas dan fungsinya, ruang lingkup pekerjaan petugas teknis reproduksi ternak ruminansia besar, terdiri atas :(1) Pelaksanaan inseminasi, (2) Pelayanan Pemeriksaan Kebuntingan, (3) PemeriksaanGangguan Reproduksi,” kata Nia.

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Blora, telah mengadakan Sertifikasi Profesi Petugas Inseminasi Buatan selama 4 (empat) hari, yang diikuti oleh 40 orang petugas yang terdiri dari ASN dan Non ASN, dengan Tim Asesor 4 orang yang terdiri dari Drh Euis Nia Setiawati, MP (BBPKH Cinagara), Drh Sujoni,MSc., (SPP Plaihari) Drh Nurwidayati., (BET Cipelang Bogor dan Yadi Kusmayadi (BIB Lembang Bandung).
Metode penilaian dilakukan melalui wawancara, tes tulis, praktik dan simulasi. Praktek inseminasi dilakukan sesuai dengan peraturan bidang peternakan dan kesehatan hewan yang memenuhi standar kesejahteraan hewan yang berlaku, dan sesuai persyaratan keamanan dan keselamatan kerja.
“Semoga para petugas Inseminator yang sudah mengiukti Sertifikasi tersebut dapat menerapkan teknologi inseminasi buatan dengan tepat guna yang merupakan pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik ternak.di wialayah kerjanya, dengan kata lain semoga melalui kegiatan sertifikasi inseminasi buatan ini maka produksi dan penyebaran bibit unggul sapi dapat dilakukan dengan akurat, mudah, tepat dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak,” tutupnya.





