MARGOPOST.COM | Bogor – Industri perunggasan, khususnya untuk komoditas broiler (ayam pedaging) terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan penyakit hewan dinamis berimplikasi pada pentingnya penggunaan teknologi dalam proses budidaya ayam. Dalam hal ini peran supervisor sangat dibutuhkan untuk mengontrol dan mengevaluasi serta memastikan segala sesuatu berjalan sesuai rencana serta tentunya berhasil dengan baik dan mencapai target.
Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. SH., M.Si. MH. pernah menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menstabilkan industri perunggasan nasional, khususnya berpihak pada peternak rakyat agar usahanya bisa terus berlangsung.
“Saya rasa kita ini berjuang untuk merah putih. Pemerintah akan selalu hadir untuk setiap golongan masyarakat, termasuk para peternak rakyat,” kata Mentan.
Terpisah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Ir, Dedi Nursyamsi, M.Agr. mengungkapkan potensi pasar domestik untuk peternakan dan perunggasan masih sangat luas sekali, belum lagi apabila ditambah dengan pasar internasional. Namun Dedi menegaskan bahwa syarat untuk bisa mengambil market tersebut dengan menciptakan produk yang berdaya saing. Dedi juga menambahkan, untuk mempunyai daya saing, para pelaku usaha harus dapat meningkatkan efisiensi dengan menekan biaya produksi namun tetap mempertahankan atau bahkan meningkatkan produktivitas usaha.
“Syaratnya produk kita harus mempunyai daya saing yang tinggi untuk bisa menembus pasar global. Selain itu, daya saing juga diperlukan di dalam negeri agar tidak kalah dengan produk impor seperti daging yang tidak mungkin lagi dibendung,” tegasnya
Dalam rangka mempercepat tersedianya tenaga kerja yang handal dibidang pertanian yang menjadi tuntutan di dunia kerja dan dunia usaha, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan YoMa) bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor menyelenggarakan Pelatihan Supervisor Perunggasan bagi Mahasiswa yang diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus sampai dengan 01 September 2023 di Polbangtan YoMa Kampus Magelang.
Pelatihan diikuti oleh para mahasiswa Prodi Teknologi Produksi Ternak sebanyak 34 orang. Acara pembukaan dihadiri oleh Perwakilan dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan Wilmmy Rahmah Wirondas, S.Pt., MP, Widyaiswara Divisi Produksi dan Petugas Penjamin Mutu Pelatihan. Ketua-ketua Prodi dan Kepala Unit Penjamin Mutu Polbangtan Yogyakarta Magelang serta panitia.
Dalam sambutannya Kepala BBPKH Cinagara Bogor Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. yang diwakili oleh Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan menyampaikan bahwa Pelatihan Supervisor Perunggasan merupakan salah satu persyaratan dasar untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya dalam memperoleh sertifikasi kompetensi. Oleh karena itu diharapkan peserta dapat mengikuti kegiatan secara seksama dan bersungguh-sungguh terutama saat mengikuti praktek lapang baik secara teknis maupun dari sisi manajemen termasuk SOP-SOP yang diimplementasikan pada perusahaan-perusahaan besar perunggasan yang telah sukses dapat dilakukan studi tiru untuk bekal dimasa yang akan datang.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Unit Penjamin Mutu drh. Yudiani Rina Kusuma, MP, selaku perwakilan dari Polbangtan YoMa kampus Magelang dalam arahannya menyampaikan bahwa kerjasama yang telah terjalin dengan baik antara Polbangtan YoMa dengan BBPKH Cinagara, kiranya dapat dilanjutkan melalui kegiatan-kegiatan lainnya dalam rangka peningkatan kapasitas SDM pertanian.
Selain itu kegiatan pelatihan ini sangat penting diikuti oleh mahasiswa, karena selaras dengan profil lulusan yang dituangkan didalam kurikulum untuk mendukung dalam memasuki dunia usaha dan dunia industri. Kompetensi-kompetensi yang harus diikuti, baik magang maupun pelatihan merupakan bekal dalam meraih masa depan. Sertifikat Pelatihan Supervisor Perunggasan tentunya nanti akan sangat menunjang ketika mengikuti sertifikasi kompetensi sesuai persyaratan yang berlaku. Kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis dan dibuka secara resmi oleh drh. Yudiani Rina Kusuma, MP. [Humas BBPKH – 24/08/2023].









