MARGOPOST.COM | Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) senantiasa terus mendorong dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian dan tidak henti melakukan berbagai upaya, karena Kementan menyadari pentingnya peningkatan kompetensi SDM pertanian dimulai dari lingkup pegawai Kementan serta insan pertanian lainnya baik petani, peternak maupun penyuluh.
Pelaksanaan pembangunan perternakan dan kesehatan hewan mendapatkan dukungan penuh dari Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. Mentan memberikan perhatian penuh pada beberapa hal terkait fokus pembangunan peternakan dan kesehatan hewan salah satunya pada upaya peningkatan ketersediaan daging sapi dengan harga yang terjangkau di masyarakat.
“Saya ingin Indonesia sejajar dengan negara maju lainnya, untuk itu saya meyakini bahwa dengan majunya pengembangan komoditas peternakan ke depan, dapat saya pastikan sumber daya generasi kita mendatang akan menjadi lebih baik, terutama dengan adanya ketersediaan dan banyaknya pilihan protein hewani bagi masyarakat,” ucap Mentan Amran.
Sementara pada kesempatan terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi. M.Agr menyampaikan bahwa untuk mewujudkan tujuan pembangunan pertanian Indonesia melalui progam-program strategis yang telah dikeluarkan oleh kementerian pertanian. Kapasitas SDM Pertanian adalah salah satu hal penting yang harus terus ditingkatkan khususnya bagi penyuluh pertanian serta petani dan peternak.
“Melalui BPPSDMP, kompetensi dan kapasitas SDM Pertanian bagi masyarakat khususnya petani dan peternak terus ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan oleh fasilitator yang berkompeten,” jelas Dedi.
Sejalan dengan Program Kementerain Pertanian, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara tak henti-hentinya berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas SDM Pertanian. Peningkatan kapasitas SDM terus dilakukan oleh BBPKH Cinagara sepanjang tahun 2023. Salah satunya adalah penyelenggaraan pelatihan melalui pendekatan mandiri yang merupakan terobosan BBPKH Cinagara dalam mengambil langkah strategis dalam menyikapi terbatasnya anggaran APBN yang dikuasakan kepada BBPKH dalam konteks peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM. Selain anggaran dari pemerintah daerah asal peserta yang juga sangat terbatas. Terobosan yang dilakukan BBPKH Cinagara untuk menjembatani tenaga teknis di lapangan yang betul-betul memiliki legalitas didalam bekerja.
Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sebagai satu-satunya balai pelatihan di bidang kesehatan hewan di Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Teknis Kesehatan Hewan Angkatan V yang diikuti oleh 37 orang peserta dengan biaya mandiri. Peserta berasal dari 7 (tujuh) provinsi yaitu : Jawa Barat sebanyak 1 (satu) orang; Jawa Tengah sebanyak 16 orang; Jawa Timur sebanyak 3 (tiga) orang; Lampung sebanyak 13 orang; Jambi sebanyak 1 (satu) orang; Sumatera Utara sebanyak 2 (dua) orang; dan Kalimantan Timur sebanyak 1 (satu) orang. Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 26 November sampai dengan 02 Desember 2023 di BBPKH Cinagara Bogor.
Dalam arahannya Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono., S.Pt., M.Si. menyampaikan ucapan terima kasih dan hormat kepada seluruh peserta yang telah berkenan dan mempercayakan layanan terkait peningkatan kapasitas SDM melalui Pelatihan Teknis Kesehatan Hewan kepada BBPKH Cinagara. Dengan semakin terbatasnya anggaran APBN, BBPKH Cinagara terus berupaya menjembatani petugas lapangan yang benar-benar membutuhkan pelatihan tersebut.
“Jalinan kerjasama dengan stakeholder teknis di seluruh Indonesia serta DITJEN PKH sepanjang tahun 2023 sudah berjalan dengan baik, namun belum mengenai sasaran. Oleh karena itu BBPKH Cinagara menyelenggarakan pelatihan mandiri bagi petugas yang benar-benar ingin meningkatkan kompetensinya, sehingga lebih tepat sasaran,” ucap Wasis.
Lebih lanjut Wasis Sarjono mengungkapkan, “Teknis pelayanan yang tersedia dengan kebutuhan di lapangan terjadi masalah, untuk itulah sekali lagi kami BBPKH Cinagara secara profesional melayani masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensinya. Dengan komitmen BerAkhlak, kami berupaya terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” imbuh Wasis.
Kegiatan pembukaan Pelatihan Teknis Kesehatan Hewan Angkatan V dihadiri oleh Kepala BBPKH Cinagara, Kepala Bagian Umum dan Unsur Pimpinan serta Widyaiswara. Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara. Seraya membuka pelatihan secara resmi, Kepala BBPKH Cinagara berpesan agar peserta tidak sungkan menyampaikan kritik dan saran kepada panitia untuk perbaikan pelayanan serta senantiasa menjaga kesehatan dan stamina selama berlatih. [Humas BBPKH–27/11/2023].








