Kementan Latih Petugas Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner

MARGOPOST.COM | BOGOR— Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menyelenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu Pelatihan Asisten Pengawas Kesmavet dan Pelatihan Petugas Pengambil Contoh.

Pelatihan ini diikuti oleh total 10 orang peserta, masing-masing terdiri dari 5 peserta Asisten Pengawas Kesmavet dan 5 peserta Petugas Pengambil Contoh, yang berasal dari berbagai instansi terkait kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan.

Kegiatan resmi dibuka, Senin (17/11/2025) oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi teknis bagi SDM di lapangan, guna menjamin keamanan pangan asal hewan serta perlindungan kesehatan masyarakat.

“Penguatan kompetensi adalah kunci dalam mendukung sistem pengawasan yang efektif, mulai dari pemantauan hingga pengambilan contoh yang akurat dan sesuai standar. Hal ini sangat penting untuk menjamin keamanan dan mutu produk pangan asal hewan,” ujar Inneke.

“Saat ini dilapangan dalam pengambilan sampel atau contohnya harus benar-benar dilakukan oleh petugas pengambil contoh yang tersertifikasi, dengan demikian dengan pelatihan ini kita siapkan SDM yang benar-benar siap dan kompeten” tambahnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM merupakan investasi strategis dalam menjaga keamanan pangan dari hulu hingga hilir.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga keamanan. SDM yang terlatih dan kompeten menjadi garda terdepan dalam memastikan produk pangan asal hewan aman, sehat, dan layak konsumsi. Pelatihan seperti ini adalah bagian dari upaya sistematis Kementerian Pertanian dalam memperkuat pengawasan dan jaminan mutu,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanty, menekankan pentingnya keberlanjutan program pelatihan berbasis kebutuhan teknis lapangan.

“Pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi penguatan kompetensi teknis yang aplikatif. Kami mendorong agar peserta menjadi agen perubahan di daerah masing-masing, membawa ilmu yang diperoleh untuk memperkuat pengawasan Kesmavet dan kualitas pengambilan sampel di lapangan,” ujar Santi.

Pelatihan ini difokuskan pada penerapan standar Kesmavet, teknik pengawasan dan inspeksi, prosedur pengambilan contoh yang baik dan benar (good sampling practice), serta pemahaman regulasi terkait keamanan pangan asal hewan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu meningkatkan kapasitas dan keahliannya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengambilan contoh di lapangan, sehingga mendukung sistem jaminan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat secara lebih optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *