MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian Prof. Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si,MH mengatakan, pihaknya tak hanya mengerahkan tim lapangan dan menyediakan obat-obatan untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ratusan ternak. Pihak Kementerian Pertanian juga melakukan langkah-langkah pencegahan seperti lockdown wilayah atau kandang, tracing, hingga meneliti dan menghasilkan vaksin PMK. Syahrul berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan bersama pemerintah daerah dapat secara optimal menekan penyebaran PMK di sejumlah wilayah dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dr.Ir. Dedi Nursyamsi,M.Agr menyatakan langkah darurat yang disiapkan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, salah satunya menetapkan lockdown. Selanjutnya dilakukan pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK, pemusnahan ternak yang positif PMK secara terbatas.
Dalam rangka menyambut Idul Qurban, perwakilan para pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dan para penyelenggara penyembelihan hewan qurban sekecamatan Pancoranmas, pada hari ini tanggal 27 Juni 2022 meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Kecamatan Pancoranmas, dengan menghadirkan narasumber dari dinas ketahanan pangan pertanian dan kelautan kota depok, drh. Dede Zuraidah selaku kepala bidang peternakan dengan materi yang disampaikan sosialisasi surat edaran Walikota Depok mengenai pelaksanaan qurban dan pemotongan hewan dalam situasi wabah penyakit mulut dan kuku serta perkembangan PMK di kota depok dan tindakan antisipasi pemerintah kota depok. Tim BBPKH Cinagara juga digandeng sebagai narasumber yang terdiri dari para widyaiswara, diantaranya Dayat Hermawan, S. Pt., M.Si., Wilmy Rahmah Wirondas, S.Pt., M.P., dan Ir. Adi Rakhman, M.Si. dengan materi bangsa-bangsa ternak, syarat-syarat hewan qurban, teknik penyembelihan hewan qurban, teknik perobohan hewan qurban, penggunaan alat pelindung diri saat penyembelihan hewan qurban, hingga penanganan daging, jeroan serta pengemasan khususnya terkait kondisi saat ini yang bersamaan dengan adanya wabah Penyakit Kuku dan Mulut.
Dalam kegiatan ini, dilakukan diskusi antara peseta dan narasumber, antusiasme peseta tampak dari berbagai pertanyaan yang menarik baik itu teknis dilapangan maupun kasus-kasus yang dialami oleh para pengurus DKM dan penyelenggara penyembelihan seperti para guru atau petugas sekolah pada saat penyembelihan sampai ke handing ternak saat akan disembelih, hingga penyelenggaraan penyembelihan agar daging yang dihasilkan tetap aman, sehat, utuh, dan halal. Pelatihan ini dihadiri oleh sekitar 30 Pengurus DKM/yang sering menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan qurban seperti guru maupun petugas sekolah Sekecamatan Pancoranmas.









