MARGOPOST.COM | Sukabumi – Pangan asal hewan memiliki nilai dan kualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pangan asal hewan berupa daging, telur, dan susu dengan kandungan protein hewani yang tinggi, memiliki risiko mudah busuk karena mikroorganisme juga senang hidup pada pangan asal hewan. Oleh karena untuk keselamatan hidup manusia, dan ketentraman masyarakat penting adanya jaminan keamanan pangan asal hewan yang beredar di masyarakat.
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Dr. Ir. H. Amran Sulaiman, MP. pada sebuah kesempatan menungkapkan bahwa “Pangan Indonesia memiliki keunggulan dan potensi untuk dapat memenuhi kebutuhan sendiri bahkan dunia. Hal ini dapat dicapai dengan optimisme yang dari hulu ke hilir mengembangkan pangan sehingga tidak hanya dikonsumsi tetapi bernilai ekonomis tinggi di pasar dunia. Peran pemerintah daerah sangat menentukan untuk mengangkat potensi pengembangan pangan lokal,” ungkap Mentan.
Pada kesempatan berbeda Kepala Badan Panyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. mengatakan “Jaminan akan produk halal, termasuk pangan asal hewan dalam bentuk penyediaan daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) dimulai dari penyembelihan hewan halal yang memenuhi persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan dan syariat islam,’ ujar Dedi.
Dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam pengawasan pangan asal hewan, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dibawah kepemimpinan Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si. menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Produk Hewan Bagi Asisten Pengawas Kesmavet yang dilaksanakan pada tanggal 15 s.d. 19 Januari 2024 di BBPKH Cinagara. Diikuti peserta sebanyak 30 orang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Peserta selama pelatihan dibekali materi keamanan produk hewan, prinsip prinsip pengawasan hewan dan praktik pengawasan produk hewan. Praktik dilakukan pada hari ketiga dengan peserta dibagi tiga kelompok yaitu : kelompok 1 ke unit produk hewan cold storage, kelompok 2 ke Rumah Potong Unggas dan kelompok 3 ke unit Retail produk hewan.
Peserta Kelompok 2 melakukan praktik pengawasan yang berlokasi di PT. Intan Sinar Abadi (ISA) Cicurug Sukabumi.
Peserta, Tim Pendamping Direktorat Kesmavet drh. Armin Riadi dan drh Aji beserta pendamping Widyaiswara BBPKH Cinagara drh. Heris Kustiningsih, M.Sc. disambut sangat baik oleh Bapak Ari Anwarman, Plant Manajer PT. ISA di Ruang Pertemuan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian profil TPU PT. ISA oleh Bapak Ari Anwarman. Peserta selanjutkan melakukan kegiatan praktik pengawasan produk hewan. Kegiatan diawali di lokasi ruang bersih. Kegiatan pengawasan yang dilakukan meliputi kondisi ruangan, fasilitas, standar penerapan SOP di ruang bersih, penerapan higiene sanitasi, suhu ruangan, ruang pendingin, cold storage, dan lain-lain. Selama pengawasan peserta dibagi tiga tim, tim dokumentasi, tim yang mencatat hasil pengawasan dan tim yang bertanya atau menggali informasi.
Praktik pengawasan selanjutnya dilakukan di ruang kotor yaitu dari tempat istirahat ayam yang baru datang, hanging, stunning, penyembelihan, pencelupan air panas, pencabutan bulu, pengeluaran jeroan, pemisahan kepala dan ceker, fasilitas sumber air, fasilitas sumber listrik, dan pengolahan limbah. Seluruh hasil pengawasan dituangkan dalam isian form checklist.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan peserta dengan Bapak Ari Anwarman. Dalam diskusi ada beberapa masukkan yang diberikan terkait perbaikan yang dapat dilakukan oleh RPU.
Seluruh peserta, sangat antusias melakukan praktik pengawasan di RPU PT. ISA, semua tahapan pengawasan produk pada unit pemotongan unggas dilakukan dengan baik dan pihak RPU PT. ISA sangat berterima kasih telah terpilih menjadi tempat praktik pengawasan peoduk hewan, sehingga ada beberapa masukkan terkait perbaikan RPU kedepannya [HK-18/01/2024].










