BIMTEK BUDIDAYA AYAM BURAS BAGI SANTRI TANI MILENIAL DI KABUPATEN SUKABUMI

MARGOPOST.COM | Bogor – Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) adalah santri yang berusia antara 15 – 19 tahun, serta berminat / tertarik menekuni agribisnis, terutama peternakan unggas (ayam buras). Sebagai “umpan” pada tahap awal KSTM di wilayah Kabupaten Sukabumi diberi “rangsangan” oleh Kementerian Pertanian berupa bantuan untuk masing-masing KSTM yaitu 500 ekor ayam buras (Ayam KUB) umur 1 bulan, 1 ton pakan (untuk 2 bulan pemeliharaan), 1 paket vod (vaksin, obat-obatan, desinfektan) dan uang Rp 2 juta untuk pembangunan kandang.

“Pemeliharaan Ayam Buras KUB tidak terlepas dari masalah teknis dan sosial, sehingga dengan pertimbangan tersebut mulai tanggal 28 – 29 Maret 2019 BBPKH Cinagara Bogor bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Peningkatan Kompetensi Budidaya Ayam Buras Bagi KSTM Angkatan I di wilayah Kabupaten Sukabumi; yang tujuannya adalah mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam teknis pemeliharaan ayam buras, serta menumbuhkan minat untuk beragribisnis peternakan ayam buras, yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan finansial KST,” ujar Dayat Hermawan, Widyaiswara BBPKH, Jumat (29/03/2018).

Lokasi diselenggarakannya BIMTEK yaitu Pondok Pesantren (pontren) Al-Aman di Kampung Cimanggu RT 19 RW 07, Desa Cimanggu, Kec. Cimanggu, Kab Sukabumi, Prov. Jawa Barat. Lembaga ini berbentuk yayasan yang dipimpin oleh K. H. Anshori Fudholy, yang mengelola sekolah dan pontren. Pontren yang bercorak salafiyah ini diasuh oleh K. H. Muhtar Fauzi, sedangkan sekolah dipimpin Ustad Muhammad Sodiq. Jumlah santri sampai dengan saat ini (Maret 2019) sekitar 350 orang.

“Kegiatan BIMTEK ini diikuti oleh 10 KSTM berasal dari kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi bagian selatan, antara lain Cimanggu (1 KSTM), Jampang Kulon (3 KSTM), Kalibunder (2 KSTM), Waluran (1 KSTM), Ciemas (1 KSTM), Pelabuhan Ratu (1 KSTM), dan Cikidang (1 KSTM); yang mengirimkan perwakilannya masing-masing 10 orang sehingga total jumlah peserta sebanyak 100 santri (97 santriwan, 3 santriwati),” kata Dayat.

Materi BIMTEK ditekankan pada masalah : 1) Manajemen Perkandangan terutama pengendalian mikroklimat, 2) Pengelolaan Pakan, 3) Pemeliharan Rutin, 4) Kesehatan terutama sanitasi, biosekuriti, vaksinasi, 5) Panen, dan 6) Pengelolaan Limbah. Dari ke-6 materi ada 3 materi yang mendapat perhatian khusus dari peserta dan menjadi bahan diskusi hangat dan mendalam, yaitu materi pakan, pemeliharaan dan kesehatan.

Metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi dan demonstrasi. Diharapkan dengan metode tersebut materi yang disampaikan dapat diserap secara efektif (mudah diterima dan dimengerti) oleh peserta. Tidak ketinggalan juga ditayangkan video singkat “Pemeliharaan Ayam Buras (KUB dan SenSi)”.

“Salah satu perwakilan peserta mengungkapkan keinginannya agar kegiatan BIMTEK ini ditindaklanjuti dengan pendampingan dan pengawalan, baik dari Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi maupun dari BBPKH Cinagara, sehingga bantuan yang diterima akan langgeng (berkelanjutan) dan dapat diandalkan sebagai salah satu sumber pendapatan finansial. Jayalah Peternakan Indonesia,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *